Bacaan : Mazmur 119:9-16
Mazmur 119 adalah mazmur yang paling panjang. Lembaga Alkitab
Indonesia memberinya judul: "Bahagianya Orang yang Hidup Menurut
Taurat Tuhan". Kata Taurat di sini harus dipahami secara luas; bukan
hanya Kitab Musa, tetapi juga seluruh wahyu dan penyataan Tuhan yang
menjadi penuntun pada keselamatan. Setelah masa pembuangan, kata
Taurat memang tidak lagi hanya merujuk pada Kitab Musa. Bacaan kita
merupakan "bait" kedua dalam Mazmur ini. Diawali dengan pertanyaan
retoris: "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya
bersih?"
Sejak dulu orang menyadari peran penting kaum muda dalam kehidupan
sosial. Penting bukan saja karena secara alamiah kaum muda memiliki
"energi" dan ideliasme sangat besar. Namun, penting juga diperhatikan
karena dari sisi "kematangan", mereka bisa dikatakan belum banyak
makan "asam garam"; sehingga mudah gamang, mudah "terprovokasi", dan
sangat rentan dengan kesalahan dalam menentukan sikap.
Supaya kaum muda dapat menyalurkan "energi" dan idealismenya secara
bajik dan mengambil keputusan secara bijak, maka perlu ada patokan
yang bisa menjadi teladan pegangan. Patokan yang kokoh adalah firman
Tuhan. Di dalam firman Tuhan ada nasihat, ketetapan, teguran,
panduan, dan ajaran untuk melangkah secara benar; tidak menyimpang ke
kiri atau ke kanan. Karena itu, penting sekali bagi kaum muda untuk
mengakrabkan diri dengan firman Tuhan. Tanpa firman Tuhan seseorang
bagai bepergian ke hutan belantara tanpa membawa peta perjalanan. Ia
bisa tersesat, bahkan celaka-AYA
KITA MEMERLUKAN FIRMAN TUHAN SEBAGAI PENUNTUN JALAN
|