Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > PELITA KAKI
< Juli
2008
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Selasa, 15 Juli 2008

Bacaan Setahun : Mazmur 126-131
Nats : Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mazmur 119:105)

PELITA KAKI

Bacaan : Mazmur 119:9-16

Mazmur 119 adalah mazmur yang paling panjang. Lembaga Alkitab Indonesia memberinya judul: "Bahagianya Orang yang Hidup Menurut Taurat Tuhan". Kata Taurat di sini harus dipahami secara luas; bukan hanya Kitab Musa, tetapi juga seluruh wahyu dan penyataan Tuhan yang menjadi penuntun pada keselamatan. Setelah masa pembuangan, kata Taurat memang tidak lagi hanya merujuk pada Kitab Musa. Bacaan kita merupakan "bait" kedua dalam Mazmur ini. Diawali dengan pertanyaan retoris: "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?"

Sejak dulu orang menyadari peran penting kaum muda dalam kehidupan sosial. Penting bukan saja karena secara alamiah kaum muda memiliki "energi" dan ideliasme sangat besar. Namun, penting juga diperhatikan karena dari sisi "kematangan", mereka bisa dikatakan belum banyak makan "asam garam"; sehingga mudah gamang, mudah "terprovokasi", dan sangat rentan dengan kesalahan dalam menentukan sikap.

Supaya kaum muda dapat menyalurkan "energi" dan idealismenya secara bajik dan mengambil keputusan secara bijak, maka perlu ada patokan yang bisa menjadi teladan pegangan. Patokan yang kokoh adalah firman Tuhan. Di dalam firman Tuhan ada nasihat, ketetapan, teguran, panduan, dan ajaran untuk melangkah secara benar; tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan. Karena itu, penting sekali bagi kaum muda untuk mengakrabkan diri dengan firman Tuhan. Tanpa firman Tuhan seseorang bagai bepergian ke hutan belantara tanpa membawa peta perjalanan. Ia bisa tersesat, bahkan celaka-AYA

KITA MEMERLUKAN FIRMAN TUHAN SEBAGAI PENUNTUN JALAN
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini