Bacaan : Mazmur 21
Semua orang ingin sukses. Ironisnya, banyak orang tidak bahagia justru
setelah mereka meraih sukses. Sebut saja Kurt Cobain, penyanyi dari
grup Nirvana yang bunuh diri ketika sedang tenar-tenarnya di tahun
1990-an. Atau, para rohaniwan yang citranya runtuh karena keblinger
oleh kesuksesan mereka. Belum lagi para pengusaha yang setelah sukses,
justru keluarganya berantakan. Dan, masih banyak kisah tragis lain
tentang kesuksesan. Ini menunjukkan pentingnya menjaga sikap hati saat
meraih kesuksesan.
Bacaan hari ini berbicara tentang kemenangan Raja Daud. Berbagai
kejayaan dan kesuksesan ia peroleh, sehingga ia menjadi raja yang
besar dalam sejarah bangsa Israel. Namun, ia sangat sadar bahwa
kemenangannya datang dari Tuhan (ayat 2). Oleh karena itu, ia
mengembalikan semua kemuliaan hanya bagi Tuhan. Hasilnya, ia
bersukacita. Bukan karena kemenangannya, melainkan karena kesadaran
yang ia miliki tentang siapa yang memberi kesuksesan tersebut, yakni
Tuhan.
Dari mazmur ini kita belajar tentang cara menyikapi kesuksesan.
Pertama, kita harus selalu menyadari bahwa kita sukses bukan melulu
karena kita hebat, tetapi lebih utama karena anugerah Tuhan. Dalam
rencana-Nya, Allah memercayakan berkat yang lebih kepada kita. Karena
itu kita tidak boleh menjadi sombong. Kedua, kesuksesan bukan untuk
dinikmati sendiri, melainkan untuk disalurkan kepada sesama. Sama
seperti segala berkat yang lain, Tuhan ingin kesuksesan kita dipakai
untuk memberkati orang lain dan memuliakan nama-Nya. Dengan demikian,
kita akan menjadi orang sukses yang bahagia —ALS
KITA SUKSES KARENA ALLAH MEMERCAYAKAN
BERKAT YANG LEBIH KEPADA KITA
|