Bacaan : Matius 3:1-10
Sudah bertahun-tahun pohon jeruk di taman saya bertumbuh, namun tetap
kerdil. Tak pernah berbuah. Sebabnya? Sebuah pohon yang tinggi dan
rimbun tumbuh di dekatnya, menghalanginya menerima sinar matahari.
Suatu hari pohon besar itu ditebang. Taman kecil saya menjadi terang.
Si pohon jeruk pun bertumbuh pesat. Dua tahun kemudian, ia berbuah
lebat!
Untuk bertumbuh dan berbuah, pohon jeruk memerlukan sinar matahari.
Tanpanya, proses fotosintesa terganggu dan pohon menjadi tidak
produktif. Orang kristiani pun begitu. Supaya tumbuh dan berbuah, ia
perlu ketaatan yang aktif terhadap firman Tuhan. Itulah "sinar" yang
mendorong proses pertumbuhan. Yohanes Pembaptis mencela orang Farisi
dan Saduki karena mengaku beriman pada Tuhan, namun tidak hidup di
jalan Tuhan. Tahu firman, namun tidak menaatinya. Akibatnya, tidak
muncul buah yang sesuai dengan pertobatan. Yohanes mengingatkan, pohon
yang tidak produktif kelak akan ditebang!
Bagaimana kita dapat memiliki ketaatan yang aktif? Sederhana. Pilihlah
untuk melakukan apa yang benar. Carol Kent dalam bukunya A New Kind of
Normal memberi contoh:
Saat putus asa melingkupiku ... aku memilih tetap maju.
Saat aku tak paham maksud Tuhan ... aku memilih percaya.
Saat aku tertekan oleh kekecewaan ... aku memilih bersyukur.
Saat rencana hidupku berantakan ... aku memilih berserah.
Saat aku ingin menghakimi orang ... aku memilih mengampuni.
Ketaatan dimulai dari sebuah pilihan untuk menerapkan prinsip firman
saat menghadapi kesulitan. Itulah yang mendorong kita untuk berubah
dan berbuah —JTI
KITA BERBUAH BUKAN KARENA RAJIN MEMBACA FIRMAN
MELAINKAN KARENA RAJIN MEMPRAKTIKKANNYA
|