Bacaan : 2 Tawarikh 32:24-33
Kesombongan. Inilah dosa yang paling disukai oleh Iblis. Sebaliknya,
inilah dosa yang paling dibenci oleh Allah (Amsal 6:17). Mengapa Iblis
menyukai-nya? Karena kesombongan bersifat sangat halus sehingga kerap
kali manusia tidak sadar bahwa mereka sedang menyombongkan diri. Dan,
kesombongan bisa merasuki siapa saja termasuk orang yang memiliki
hubungan yang dekat dengan Tuhan.
Sebagai contoh adalah Hizkia. Dengan membaca seluruh kisah Hizkia,
kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ia adalah seorang raja yang
memiliki hubungan dekat dengan Tuhan. Hizkia selalu mendahulukan Tuhan
dan taat kepada setiap perintah Tuhan. Itu sebabnya tak heran jika
Tuhan memberkati hidupnya. Namun sayangnya, di tengah berlimpahnya
berkat Tuhan itu ia justru sempat menjadi angkuh (ayat 25), sehingga
nyaris mendatangkan murka Tuhan atas negerinya.
Dari kisah Hizkia, ada dua peringatan yang harus kita waspadai.
Pertama, dosa kesombongan bisa merasuki siapa saja termasuk kita,
anak-anak Allah. Kedua, dosa kesombongan selalu menjadi godaan yang
paling besar, justru pada saat kita berada di puncak kehidupan.
Kesombongan adalah dosa yang halus, tetapi mematikan. Ia bisa merasuki
manusia secara halus tetapi berakibat fatal. Bila kita menemukan
kesombongan timbul di hati kita, mari ikuti langkah Hizkia
selanjutnya. "Tetapi ia sadar akan keangkuhannya itu dan merendahkan
diri bersama-sama dengan penduduk Yerusalem, sehingga murka TUHAN
tidak menimpa mereka pada zaman Hizkia" (ayat 26) —RY
KESOMBONGAN DAPAT MERASUK DAN MERUSAK SIAPA SAJA
WASPADALAH!
|