Bacaan : Mazmur 46
Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa layang-layang bisa terbang?
Karena ada angin dan ia berani melawan angin itu! Ya, angin membawa
layang-layang naik hingga tinggi ke awan. Dan hanya dengan berani
melawan angin, maka layang-layang itu bisa terus terbang dengan
terarah. Layang-layang yang mengikuti arah angin adalah layang-layang
yang putus, dan akan jatuh.
Kadang kita begitu takut saat angin pencobaan datang menerpa (ayat
3,4,7). Kalau boleh meminta, kita tidak berharap mengalami masalah,
kesulitan, dan tekanan hidup. Sebaliknya, kita ingin jalan kita lurus
dan mulus seperti jalan tol. Namun, bukankah kekristenan seperti itu
hanya akan membuat kita tidak dewasa dalam Tuhan?
Bila hidup dihadapkan pada situasi atau keadaan yang sangat
menakutkan, tak ada jalan lain kecuali harus memilih. Apakah kita akan
seperti layang-layang yang berani melawan angin, atau mengikuti arus
angin saja? Memang yang kedua lebih mudah. Ya, lebih mudah bagi kita
untuk menyerah dalam situasi sulit. Namun, hari ini Tuhan ingin kita
bertindak seperti pahlawan yang tak kenal menyerah saat dihadapkan
pada pencobaan.
Janganlah takut jika hari ini angin yang sepoi-sepoi tiba-tiba menjadi
badai. Tetaplah kuat di dalam Tuhan dan yakinlah bahwa bersama Tuhan
kita akan cakap menanggung segala perkara (ayat 8,12). Bahkan kita
akan mengalami perkara-perkara yang luar biasa bersama Tuhan. Jangan
buru-buru menyalahkan angin besar yang menerpa layang-layang kita,
sebab kita justru akan segera melihat awan, langit indah, dan
pemandangan menakjubkan —PK
ANGIN TIDAK PERNAH MENJADI MUSUH LAYANG-LAYANG
ANGIN SELALU MENJADI SAHABAT TERBAIK LAYANG-LAYANG
|