Bacaan : Yesaya 10:20-27
Setiap orang pasti pernah kehilangan. Entah barang, harta, rumah,
kesempatan, atau bahkan orang yang dicintai. Pengalaman kehilangan
bisa melumpuhkan semangat hidup, bahkan mematikan pengharapan kita.
Tengoklah betapa banyak orang yang putus asa akibat pahitnya
pengalaman kehilangan.
Alkitab mencatat bahwa Allah pernah mengalami kehilangan umat yang
dikasihi-Nya, karena berturut-turut mereka beralih kesetiaan. Jumlah
orang yang percaya menurun secara bertahap. Israel menolak-Nya. Yehuda
meninggalkan-Nya. Jumlah umat yang setia terus menipis. Namun, Dia tak
pernah berhenti berkarya! Alih-alih memikirkan yang hilang, Dia
memikirkan yang tersisa. Dia bekerja melalui mereka. Namanya "sisa
Israel". Yesaya sedang menggemakan penghayatan iman yang dinamai
Teologi Sisa.
Yohanes melaporkan tentang ribuan pengikut Yesus yang pergi sesudah
mendengar firman keras yang menantang iman. Tersisa hanya 12 murid!
Namun, Yesus tidak kecewa atau putus harap. Dia tetap bekerja dengan
sisa komposisi 12 murid itu, yang kelak justru menjadi fondasi Gereja
di seluruh dunia.
Jika Anda sedang mengalami kehilangan, jangan berfokus pada yang telah
hilang atau pergi, melainkan pada yang masih ada. Tidak berarti semua
itu tidak penting, namun bukankah hidup harus terus berjalan? Hari
esok harus kita songsong dengan tetap maju dan berkarya dengan apa
yang "tersisa". Sekecil apa pun itu. Waktu, kesempatan, kekuatan,
keluarga, teman, sedikit uang ... apa saja yang masih ada pada kita.
Hargai, syukuri, dan melangkahlah dengannya! —PAD
SAAT KEHILANGAN, BERFOKUSLAH PADA APA YANG MASIH ADA
AGAR JANGAN SEMUA HILANG, TERUTAMA PENGHARAPAN
|