Bacaan : Roma 8:1-14
Pada hakikatnya, kita semua mempunyai keinginan untuk mengendalikan dunia kita. Sejak kecil kita cenderung ingin berjalan
sendiri dengan bebas, mencoba mengendalikan situasi, masa depan,
orang-orang, dan bahkan Allah, jika itu memungkinkan. Namun
karena itu mustahil bagi kita, kita menjadi frustrasi, bersikap
memusuhi dan mengkritik.
Kebutuhan kita untuk dapat mengendalikan segalanya berakar
dari rasa cinta-diri yang berlebihan. Sebagai contoh, ketika
orang-orang yang kita kasihi jatuh sakit, kita sering menginginkan mereka sembuh supaya kita dapat beristirahat dan tidak perlu
mengkuatirkan mereka lagi. "Memang itulah yang kerap terjadi,"
kata seorang pengajar Alkitab, "kita terlalu mencintai diri
sendiri!"
Dalam Roma 8, Rasul Paulus menyebut keegoisan ini sebagai
"daging." Secara alami kita hidup seolah berutang ketaatan kepada
daging. Paulus mengingatkan kita dalam ayat 12 bahwa sebenarnya
tidaklah demikian. Ia kemudian menawarkan alternatif yang efektif: Kita dapat dipimpin dan dikendalikan oleh Roh Allah (ayat
14). Mungkin kita takut menyerahkan kendali hidup kita kepada
Allah, namun seharusnya tidak perlu demikian. Kendali manusia
membelenggu kita; tetapi kendali Allah memerdekakan kita. Kendali
manusia memaksakan hasil dengan segera; tetapi kendali Allah
mengizinkan adanya proses perubahan seumur hidup.
Adakah Anda terlalu mencintai diri sendiri? Mengapa Anda
tidak menyerahkan kendali hidup Anda kepada Allah? Mintalah Dia
untuk mengubahkan dan menolong Anda agar dapat mengasihi Dia dan
sesama --JEY
The Spirit wants to fill us with
His blessing and His grace
If we will let Him take control
And have His rightful place. --Sherbert
BERADA DI BAWAH KENDALI KRISTUS
BERARTI MEMILIKI KEMERDEKAAN SEJATI
|