Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > RASA TAKUT YANG SEHAT
< Februari
2000
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29        


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Selasa, 15 Februari 2000

Bacaan Setahun : Imamat 17-18, Matius 27:27-50
Nats : Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi (Amsal 29:25)

RASA TAKUT YANG SEHAT

Bacaan : Yesaya 51:7-16

Ketakutan akan pandangan negatif orang lain sering kali mempengaruhi cara kita bertindak. Sebagian penduduk asli Amerika menyadari hal ini, sehingga mereka menggunakan cemoohan dan sindiran untuk mengajarkan aturan kemasyarakatan. Sebagai contoh, ketika seorang anak dari suku Fox sedang diajar tentang apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan dalam kebudayaannya, para tetua suku tidak menjejali kepala si anak dengan aturan-aturan abstrak tentang moralitas. Mereka juga tidak mengancamnya dengan hukuman. Sebaliknya mereka hanya berkata kepada anak itu, "Orang-orang di desa ini akan membicarakan banyak hal tentang kamu."

Dalam budaya suku itu, tekanan masyarakat dapat digunakan sebagai pendorong dalam membentuk kelakuan yang baik. Namun Tuhan memperingatkan bangsa Israel pada zaman dahulu bahwa kekuatiran manusia akan apa yang dipikirkan orang-orang di sekitarnya dapat menghantar mereka pada kejatuhan (Yesaya 51:7-16). Perhatian terhadap apa yang dikatakan orang-orang tentang mereka menyebabkan mereka akhirnya berkompromi. Padahal, mereka dipanggil untuk mempercayai Tuhan dan hidup berkenan kepada-Nya.

Ini juga merupakan nasihat yang baik bagi kita, karena "takut akan manusia" adalah jerat bagi banyak orang Kristen. Akan jauh lebih baik bila kita mendapat kepuasan dari melakukan apa yang menyenangkan Allah! Maka rasa takut yang tidak benar yakni akan apa yang orang lain pikirkan dapat berubah menjadi keyakinan yang benar dari rasa takut yang sehat. Hormat bagi Allah yang membebaskan kita sehingga kita dapat hidup berkenan kepada-Nya --MRDII


Living for Jesus a life that is true,
Striving to please Him in all that I do;
Yielding allegiance, gladhearted and free,
This is the pathway of blessing for me. --Chisholm

TAKUT AKAN ALLAH DAPAT MEMBEBASKAN KITA
DARI RASA TAKUT AKAN PEMIKIRAN ORANG LAIN
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran