Bacaan : Yesaya 51:7-16
Ketakutan akan pandangan negatif orang lain sering kali
mempengaruhi cara kita bertindak. Sebagian penduduk asli Amerika
menyadari hal ini, sehingga mereka menggunakan cemoohan dan
sindiran untuk mengajarkan aturan kemasyarakatan. Sebagai contoh,
ketika seorang anak dari suku Fox sedang diajar tentang apa yang
boleh dan yang tidak boleh dilakukan dalam kebudayaannya, para
tetua suku tidak menjejali kepala si anak dengan aturan-aturan
abstrak tentang moralitas. Mereka juga tidak mengancamnya dengan
hukuman. Sebaliknya mereka hanya berkata kepada anak itu, "Orang-orang di desa ini akan membicarakan banyak hal tentang kamu."
Dalam budaya suku itu, tekanan masyarakat dapat digunakan
sebagai pendorong dalam membentuk kelakuan yang baik. Namun Tuhan
memperingatkan bangsa Israel pada zaman dahulu bahwa kekuatiran
manusia akan apa yang dipikirkan orang-orang di sekitarnya dapat
menghantar mereka pada kejatuhan (Yesaya 51:7-16). Perhatian
terhadap apa yang dikatakan orang-orang tentang mereka menyebabkan mereka akhirnya berkompromi. Padahal, mereka dipanggil untuk
mempercayai Tuhan dan hidup berkenan kepada-Nya.
Ini juga merupakan nasihat yang baik bagi kita, karena
"takut akan manusia" adalah jerat bagi banyak orang Kristen. Akan
jauh lebih baik bila kita mendapat kepuasan dari melakukan apa
yang menyenangkan Allah! Maka rasa takut yang tidak benar yakni
akan apa yang orang lain pikirkan dapat berubah menjadi keyakinan
yang benar dari rasa takut yang sehat. Hormat bagi Allah yang
membebaskan kita sehingga kita dapat hidup berkenan kepada-Nya
--MRDII
Living for Jesus a life that is true,
Striving to please Him in all that I do;
Yielding allegiance, gladhearted and free,
This is the pathway of blessing for me. --Chisholm
TAKUT AKAN ALLAH DAPAT MEMBEBASKAN KITA
DARI RASA TAKUT AKAN PEMIKIRAN ORANG LAIN
|