Bacaan : 1Tesalonika 1:5-10
Secarik kertas kecil tampaknya memang tidak berarti untuk
diambil. Namun seorang bapak muda mengambilnya, dan apa yang
dibacanya telah mengubahkan hidupnya.
Sebagai pemeluk agama non-Kristen yang taat di India, ia
sangat setia pada ajaran agamanya, dan menjalankan hal-hal ritual
sebagai bagian penting dari kehidupannya. Namun tatkala membaca
kertas yang diambilnya, ia mendapati sebuah konsep baru, yang
memberitahunya bahwa ia adalah orang berdosa yang memerlukan
Juruselamat. Akhirnya, ia memutuskan untuk beriman kepada Yesus
Kristus, yang menawarkan pengampunan atas dosa secara cuma-cuma
kepada semua orang yang meminta kepada-Nya.
Selembar kertas kecil--satu benih yang penuh kuasa telah
memberikan hasil yang luar biasa. Orang itu akhirnya menjadi
seorang pengkhotbah, dan memberitakan Kabar Baik tentang Yesus ke
daerah-daerah di India yang belum dijangkau Injil. Selanjutnya,
dua orang anaknya menjadi utusan Injil yang memberitakan Kabar
Baik tentang Yesus ke kota-kota yang baru. Sebagai hasilnya, kini
22 gereja telah dibangun, dan ribuan orang telah mendengar pesan
Allah tentang kemerdekaan di dalam Kristus.
Sepotong kertas yang bertuliskan Injil di atasnya mengandung
kuasa Allah yang besar. Demikian juga ketika kita menyampaikan
Injil kepada orang lain, kuasa Allah akan menyertai kata-kata
kita.
Injil itu tidak statis--Injil itu disertai kuasa Allah dan
kekuatan dari Roh (1Tesalonika 1:5). Dengan bercerita kepada
seorang teman tentang Yesus berarti kita telah menanam benih yang
kecil namun penuh kuasa --JDB
You think your word or deed is very small,
That what you say will hardly count at all;
But God can take the seed that you have sown
And nourish it until it\'s fully grown. --Hess
KITA MENANAM BENIH, TETAPI ALLAH YANG MEMBERIKAN HASILNYA
|