Bacaan : Ibrani 5:12-6:1
Saat anak-anak masih bayi, istri saya dan saya memberi
mereka susu. Ketika mereka bertambah besar, kami memberi mereka
makanan lunak. Mereka tampak sehat dan gembira seperti gambar
bayi-bayi gemuk yang ada pada kaleng-kaleng makanan bayi.
Kini anak-anak kami telah dewasa. Bila mereka datang, istri
saya menyajikan steik dan kentang. Ya, mereka sudah dewasa.
Susu dan makanan bayi memang baik untuk bayi-bayi. Tetapi
setelah mereka dewasa, mereka harus memakan makanan yang keras.
Hal yang sama juga berlaku bagi pertumbuhan rohani.
Kedewasaan rohani seorang Kristen juga dapat digambarkan
seperti menjadi seorang pianis konser. Memang Anda sudah dapat
disebut seorang pianis sejak Anda memainkan lagu sederhana Anda
yang pertama. Namun diperlukan latihan bertahun-tahun untuk dapat
bermain piano dengan baik. Anda tak akan pernah menjadi seorang
pianis konser bila gubahan-gubahan musik yang mudah saja belum
mampu Anda mainkan dengan mahir.
Penulis kitab Ibrani merasa prihatin melihat lambatnya
pertumbuhan rohani dari para pembacanya. Ia menulis, "Kamu,
ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar."
Kemudian ia mengamati, "kamu masih memerlukan susu, bukan makanan
keras" (5:12). Ia mendorong mereka untuk "beralih kepada perkembangannya yang penuh" dalam iman mereka (6:1).
Orang-orang Kristen harus terus bertumbuh menuju kedewasaan
rohani. Kita harus "makan" banyak Firman Allah dan mempraktekkan
setiap hal yang telah kita pelajari. Itulah satu-satunya cara
untuk bertumbuh --HWR
More about Jesus let me learn,
More of His holy will discern;
Spirit of God, my teacher be,
Showing the things of Christ to me. --Hewitt
KELAHIRAN BARU HANYA MEMBUTUHKAN WAKTU SESAAT
KEDEWASAAN ROHANI MEMBUTUHKAN WAKTU SEUMUR HIDUP
|