Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/2000/02/22

Selasa, 22 Februari 2000

Bacaan   : Roma 8:1-14
Setahun : Bilangan 4-6, Markus 4:1-20
Nas       : Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah (Roma 8:14)

SIAPA YANG MEMEGANG KENDALI?

Pada hakikatnya, kita semua mempunyai keinginan untuk mengendalikan dunia kita. Sejak kecil kita cenderung ingin berjalan sendiri dengan bebas, mencoba mengendalikan situasi, masa depan, orang-orang, dan bahkan Allah, jika itu memungkinkan. Namun karena itu mustahil bagi kita, kita menjadi frustrasi, bersikap memusuhi dan mengkritik.

Kebutuhan kita untuk dapat mengendalikan segalanya berakar dari rasa cinta-diri yang berlebihan. Sebagai contoh, ketika orang-orang yang kita kasihi jatuh sakit, kita sering menginginkan mereka sembuh supaya kita dapat beristirahat dan tidak perlu mengkuatirkan mereka lagi. "Memang itulah yang kerap terjadi," kata seorang pengajar Alkitab, "kita terlalu mencintai diri sendiri!"

Dalam Roma 8, Rasul Paulus menyebut keegoisan ini sebagai "daging." Secara alami kita hidup seolah berutang ketaatan kepada daging. Paulus mengingatkan kita dalam ayat 12 bahwa sebenarnya tidaklah demikian. Ia kemudian menawarkan alternatif yang efektif: Kita dapat dipimpin dan dikendalikan oleh Roh Allah (ayat 14). Mungkin kita takut menyerahkan kendali hidup kita kepada Allah, namun seharusnya tidak perlu demikian. Kendali manusia membelenggu kita; tetapi kendali Allah memerdekakan kita. Kendali manusia memaksakan hasil dengan segera; tetapi kendali Allah mengizinkan adanya proses perubahan seumur hidup.

Adakah Anda terlalu mencintai diri sendiri? Mengapa Anda tidak menyerahkan kendali hidup Anda kepada Allah? Mintalah Dia untuk mengubahkan dan menolong Anda agar dapat mengasihi Dia dan sesama -- JEY


The Spirit wants to fill us with
His blessing and His grace
If we will let Him take control
And have His rightful place. -- Sherbert

BERADA DI BAWAH KENDALI KRISTUS
BERARTI MEMILIKI KEMERDEKAAN SEJATI

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org