Bacaan : 2Petrus 1:1-11
Saya mendapat kehormatan untuk mengenal beberapa orang
Kristen yang dipulihkan dari kecanduan. Salah seorang dari mereka
merasa sangat frustrasi setelah menjalani perawatan cukup lama
untuk memulihkan dan membangun kembali hidupnya yang telah bertahun-tahun hancur karena pilihan yang salah. Apakah alasan ketidaksabarannya? Ia berkata, "Saya telah membuang terlalu banyak
waktu dalam hidup saya, dan saya tidak ingin lebih banyak membuang waktu lagi." Namun, benarkah pertumbuhan yang bertahap itu
membuang-buang waktu?
Dalam suratnya yang kedua kepada orang-orang percaya, Rasul
Petrus menegaskan bahwa dibutuhkan waktu dan ketekunan untuk
memiliki kedisiplinan dalam kehidupan kita sehari-hari (1:5-8).
Ia menutup suratnya dengan perintah: "Bertumbuhlah dalam kasih
karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita,
Yesus Kristus" (3:18). Sekalipun tujuan Tuhan bagi kita benar-benar sempurna, Dia tidak ingin tujuan itu dicapai tanpa melalui
proses pertumbuhan seumur hidup yang melibatkan ketekunan kita.
Dalam bukunya yang berjudul Psalm 23: The Song of a Passionate Heart (Mazmur 23: Kidung Pujian dari Hati yang Bersuka),
David Roper menulis: "Segala sesuatu yang berguna memerlukan
waktu, tetapi waktu berada di pihak kita. Kita harus terus bertumbuh sepanjang sisa hidup kita. Allah benar-benar sabar. Dia
tak akan pernah berputus asa terhadap kita sampai pekerjaan-Nya
selesai .... Kita memang belum selesai--tetapi suatu hari kelak,
tak lama lagi, Allah akan menyelesaikannya .... Dan itu sudah
cukup berarti bagi saya." Sudahkah ini cukup berarti bagi Anda?
--JEY
Every day more like my Savior,
Every day my will resign,
Till at last Christ reigns supremely
In this grateful heart of mine. --Brandt
TIDAK ADA JALAN PINTAS MENUJU KEDEWASAAN ROHANI
|