Bacaan : Titus 1:5-16
Seorang pria mencoba menjelaskan arti kata pidato dengan
menggunakan sindiran, "Jika Anda sekadar berkata hitam itu putih,
berarti Anda bodoh. Namun jika sambil berkata hitam itu putih
Anda berbicara menggebu-gebu, memukul meja dengan kepalan tangan,
dan berlari dari ujung panggung yang satu ke ujung yang lain,
itulah yang disebut seni pidato!"
Sering kali kita mudah terpesona dengan cara orang mengekspresikan diri, sekalipun sebenarnya kita ingin mempertanyakan
beberapa hal sehubungan dengan pernyataan mereka. Yudas memperingatkan kita bahwa ada orang-orang yang mengeluarkan "perkataan-perkataan yang bukan-bukan" (Yudas 16). Manusia lebih sering
tergerak hatinya oleh gaya bicara seseorang daripada isi pembicaraan itu sendiri.
Menurut Paulus, waktunya akan tiba bahwa orang-orang akan
berbalik dari kebenaran ajaran yang sehat dan bertoleransi hanya
kepada pengajar-pengajar yang dapat memuaskan dan menyenangkan
hati mereka (2Timotius 4:3-4). Jadi, kita harus menganalisa dan
mengevaluasi segala sesuatu yang kita dengar dengan cermat dalam
terang Kitab Suci--bahkan apa yang diajarkan dan dikatakan oleh
pembicara yang paling fasih sekalipun. Kita tidak boleh membiarkan diri diombang-ambingkan oleh pidato kosong-terutama di dalam
gereja! Kita harus yakin bahwa setiap "guru Alkitab" yang kita
dengarkan berbicara "benar ... tidak berdusta" (1Timotius 2:7).
Jangan biarkan omongan yang sia-sia [dan] menyesatkan pikiran (Titus 1:10) membingungkan Anda. Kefasihan lidah takkan
pernah menggantikan kebenaran --RWD
We must beware of speakers who
Distort and twist God\'s Word;
They\'ll entertain and motivate,
And call the truth absurd. --Sper
UNTUK MENGENALI KEBOHONGAN SETAN
PUSATKAN PERHATIAN PADA KEBENARAN ALLAH
|