Bacaan : 2Korintus 4:1-7
Ruthe Frens telah menghabiskan sebagian besar hidupnya
sebagai seorang utusan Injil di Jepang. Tatkala saya diminta
untuk berbicara pada hari pemakamannya, kata-kata Rasul Paulus
dalam 2Korintus 4 terngiang dalam benak saya. Pertobatan Ruthe
ketika masih anak-anak tidak seperti yang dialami Paulus. Pertobatannya tidak disertai dengan cahaya yang sangat terang dan
suara Yesus yang menyampaikan pesan (Kisah Para Rasul 9). Namun,
setelah bertahun-tahun semua orang yang mengenal Ruthe melihat
bahwa ia telah melihat cahaya itu--ia telah mengenal Allah secara
pribadi melalui iman di dalam Yesus Kristus (2Korintus 4:6). Dan
wajahnya menyiratkan sukacita karena hubungannya dengan Tuhan.
Kisah Ruthe ini memenuhi gambaran Paulus tentang tubuh
manusia sebagai "suatu bejana tanah liat" (ayat 7), yang rapuh
dan hanya bersifat sementara. Suatu penyakit yang hampir merenggut nyawanya pada tahun 1953 telah membuat fisik Ruthe rentan.
Namun selama tahun-tahun itu ia bertumbuh semakin kuat secara
rohani.
Saya berada bersama keluarganya ketika dokter memberitahu
bahwa hidupnya takkan lama lagi. Pada saat itu, setiap orang
melihat kedamaian menghiasi wajahnya. Sesudah kematiannya, kebanyakan surat dan pesan e-mail dari teman-temannya di Jepang berisikan tema yang senada: senyum Ruthe memancarkan kehadiran Yesus
dalam hidupnya.
Apakah hidup Anda menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda
mengenal Yesus? Dapatkah mereka melihat bahwa hati Anda telah
diubahkan? --HVL
Although my outward shell decays,
I\'m inwardly renewed each day
Because the life and power of Christ
Indwells this fragile jar of clay. --Sper
KEHIDUPAN ORANG KRISTEN IBARAT SEBUAH JENDELA
YANG MELALUINYA ORANG LAIN DAPAT MELIHAT YESUS
|