Bacaan : Lukas 12:41-48
Putra saya, Steve, tahu pasti bahwa ia dapat mengenakan
topinya hanya pada saat-saat santai. Topi yang cocok dipakai
untuk memancing di danau ini, tidak untuk dipakai ke gereja atau
ke sekolah. Jadi, ketika suatu pagi ia meraih topi itu sambil
berjalan keluar rumah untuk menyusul bis sekolah, ia sadar bahwa
ia sedang melanggar sebuah peraturan.
Para orangtua memahami betul sikap menentang semacam ini.
Kita tahu bahwa anak-anak kita akan menguji peraturan-peraturan
kita, karena itu kita tidak akan terkejut bila mereka menantang
kita. Mereka tahu bahwa tidak seharusnya mereka menonton acara-acara televisi tertentu yang tidak baik untuk ditonton, atau
keluar rumah hingga larut malam, atau berbicara dengan nada suara
tidak hormat, atau berkelahi dengan saudaranya. Namun mereka
tetap melakukannya.
Hal ini sama dengan sikap yang kadang-kadang kita tunjukkan
terhadap Bapa kita di surga. Kita tahu mana yang baik dan yang
salah (Yakobus 4:17). Kita sudah membaca Alkitab. Roh Kudus telah
menanamkan keyakinan di dalam hati kita. Kita tahu. Namun kita
masih juga menguji Allah.
Kita tahu bahwa kita tidak boleh berbicara dengan merendahkan orang lain. Kita tahu bahwa kita tidak boleh mengabaikan
orang-orang yang membutuhkan. Kita tahu bahwa seharusnya kita
bersaksi kepada para tetangga. Kita tahu bahwa seharusnya kita
berdoa. Kita tahu bahwa bila Tuhan kembali seharusnya kita menjadi hamba yang setia dan menaati-Nya (Lukas 12:42-43). Ya, kita
tahu semua itu!
Betapa senangnya hati Allah bila kita mau melakukan semua
yang kita sudah tahu itu! --JDB
"We love You, Lord Jesus," we often may say,
But are we as ready His will to obey?
Let\'s heed what God\'s Spirit has told us to do,
For that\'s how we show Him a love that is true. --DJD
SATU LANGKAH KE DEPAN DALAM KETAATAN, SEBANDING DENGAN USAHA
MEMPELAJARINYA SELAMA BERTAHUN-TAHUN --Chambers
|