Bacaan : Yesaya 5:18-25
Seorang kolumnis surat kabar menyatakan keheranannya karena
sering kali kebenaran diungkapkan secara berlebihan dalam dunia
iklan. Ia ingat ketika suatu kali memesan "salad buah segar" di
sebuah restoran di Boston. Namun tatkala disajikan, salad buah
segar itu tidak tampak segar sama sekali. Buah persik, nanas,
anggur, dan ceri maraschino itu tampaknya telah berbulan-bulan
diawetkan dalam kaleng. Ketika sang pelayan ditanyai apa yang
terjadi dengan salad buah "segar" tersebut, ia menjawab dengan
tenang, "Oh, itu \'kan hanya sebutannya saja."
Penipuan demikian tidak hanya terjadi dalam dunia periklanan; melainkan juga terjadi setiap kali orang berpaling dari
prinsip-prinsip kebenaran dan kebaikan Allah. Penipuan, penyebutan yang sembarangan, dan berbagai kebohongan lainnya adalah
bentuk-bentuk dalih yang dipakai oleh orang-orang tak bermoral.
Orang-orang yang egois dan jahat menyebut diri mereka baik dan
murah hati. Hamba dosa menyebut diri mereka orang merdeka. Orang-orang bodoh menyebut diri mereka orang yang tahu kebenaran. Dan,
orang-orang yang dikuasai oleh nafsu menyebut tindakan mereka
hubungan yang berdasarkan cinta.
Allah tidak dapat dibodohi dengan pemakaian istilah yang
keliru ini. Dalam Yesaya 5:20, Dia memperingatkan mereka yang
"menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat." Terlepas
dari pendapat dunia tentang kebaikan dan kejahatan, mari kita
cari definisi yang benar dari Allah segala kebenaran. Bersamanya
tidak ada penyebutan yang sembarangan --MRDII
Deceptions, twists, and outright lies
Define the words of fools;
But those who know God\'s Word will have
A life where wisdom rules. --Sper
KITA TIDAK AKAN SENANG DENGAN DOSA
JIKA KITA TIDAK TERTIPU OLEHNYA
|