Bacaan : Yohanes 17:1-5
Kemuliaan tidak selalu berarti mahkota dan penghormatan. Saat membaca
kisah biografi Ibu Teresa, saya menemukan bahwa kemuliaan bisa
mengambil rupa karakter luhur yang rela berkorban demi melayani orang-
orang miskin di Kolkata, India. Ada kemuliaan dalam sikapnya yang
menghargai manusia yang dibuang dan ditinggalkan keluarganya. Gaun
yang sederhana dan hidup miskin demi mengabdi adalah sebentuk
kemuliaan unik yang membangkitkan rasa kagum dan hormat kepada sosok
Ibu Teresa.
Dalam Injil Yohanes, Yesus banyak menyebut tentang kemuliaan. Namun,
kerap kali yang Dia maksud adalah peristiwa penyaliban-Nya. Ya,
berkorban bagi keselamatan manusia adalah sebuah kemuliaan. Meskipun
itu berarti Dia harus dipermalukan dan dihina melalui proses
penangkapan, penganiayaan, dan penyaliban. Namun, kemuliaan Bapa
terpancar dalam kasih dan pengurbanan Kristus, Sang Anak Allah.
Sungguh luar biasa. Dalam peristiwa paling memalukan sepanjang sejarah
itu, di sana kemuliaan Bapa justru terpancar paling indah selama-
lamanya.
Kemuliaan salib yang unik mengajak Anda untuk mengejar kemuliaan yang
berbeda dari kemuliaan dunia. Kemuliaan yang bertolak belakang dengan
kemuliaan harta dan takhta. Kemuliaan salib adalah inspirasi bagi
kemuliaan hidup berkorban dan mengabdi. Hidup tidak untuk diri
sendiri, tetapi demi panggilan ilahi melayani dunia ini. Dalam
kemuliaan ini, ada kebahagiaan yang kualitasnya sangat berbeda. Begitu
luhur, begitu ilahi. Maukah Anda ikut ambil bagian dalam kemuliaan
yang unik ini? —DBS
ADA SEBENTUK KEMULIAAN DALAM PENGORBANAN
ADA SEBENTUK KEHORMATAN DALAM KEHINAAN DEMI PANGGILAN
|