Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > GIDEON YANG TAKUT
< April
2009
>
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30    


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Jumat, 03 April 2009

Bacaan Setahun : 1 Samuel 29-31
Nats : Tetapi jika engkau takut untuk turun menyerbu ... maka kaudengarlah apa yang mereka katakan; kemudian engkau akan mendapat keberanian untuk turun menyerbu perkemahan itu (Hakim-hakim 7:10,11)

GIDEON YANG TAKUT

Bacaan : Hakim-hakim 7:7-25

Dalam bukunya, Melepas Belenggu Kekhawatiran dan Kecemasan (Gloria Graffa), Pam Vredevelt menulis bahwa ia pernah menemukan akronim buatan orang atas kata fear ("ketakutan"), yakni false evidence appearing real (bukti palsu yang kelihatan benar). Menurutnya, ketakutan bisa membuat seseorang menilai sesuatu secara berlebihan—cenderung negatif, atas sesuatu yang belum ia ketahui secara pasti kebenarannya.

Tepat seperti itulah yang dialami Gideon. Saat dihadapkan pada "pertarungan mustahil" dengan orang Midian dan Amalek, ia takut. Kekuatannya terbatas. Ia hanya punya 300 prajurit. Sementara lawan "seperti belalang banyaknya, dan unta mereka tidak terhitung, seperti pasir di tepi laut banyaknya" (ayat 12). Yang ia hadapi terlalu banyak, terlalu kuat. Jadi, wajar jika di benaknya terbayang kekalahan telak. Tuhan menjanjikan kemenangan (ayat 9), tetapi Gideon masih tetap takut. Hebatnya, Tuhan tahu apa yang Gideon rasakan. Maka, Tuhan memberinya kesempatan untuk meneguhkan kepercayaan dirinya, yakni dengan mengintai perkemahan Midian (ayat 10,11). Dan, begitu ia tahu bahwa nama Allah Israel menggentarkan musuh, ketakutan Gideon pun sirna.

Rupa-rupa pergumulan hidup juga kerap membuat kita takut. Terlalu berat. Terlalu menakutkan. Namun, Allah yang mengerti ketakutan Gideon, juga memahami ketakutan kita. Jangan biarkan ketakutan itu terus membuat banyak bayangan negatif di kepala. Sebaliknya, ceritakan semua kepada-Nya. Biarlah besar dan kuatnya lawan justru mendorong kita untuk mengandalkan Dia saja, bukan kekuatan kita yang terbatas —AW

JIKA HIDUP ADA DI TITIK TERBERATNYA

MAKA HANYA YESUS TANDINGANNYA
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran