Bacaan : Kolose 1:15-23
Beberapa hari menjelang Jumat Agung, seorang rekan yang bukan
kristiani bertanya kepada saya mengapa hari raya yang satu ini disebut
"Jumat Agung". Bukankah peristiwa yang dikenang adalah sebuah
kematian? Apanya yang "agung" dalam peristiwa mengerikan semacam itu?
Saya yakin pertanyaan ini tersimpan pula di benak banyak orang, bahkan
mungkin juga di benak kita.
Karena dosa, kita terpisah dari Allah Yang Mahakudus. Kita tidak dapat
menghampiri Dia dengan usaha kita sendiri. Manusia berusaha
menciptakan agama dan peraturan untuk menggapai Allah. Akan tetapi,
bagaimanapun kita berusaha, segala usaha itu gagal membebaskan kita
dari cengkeraman dosa. Akibatnya, kita terkutuk dan layak menerima
hukuman kekal.
Melalui peristiwa Jumat Agung, peristiwa wafat-Nya Yesus Kristus di
salib, hukuman itu Dia tanggung. Kita tidak perlu lagi mengalami
hukuman kekal jika kita percaya kepada-Nya. Melalui salib-Nya, karya
agung keselamatan Allah tergenapi (ayat 20-22). Itulah sebabnya
peristiwa yang kita peringati pada hari Jumat Agung sungguh adalah
peristiwa yang agung dan layak untuk diberitakan kepada segala bangsa
oleh Paulus, dua ribu tahun yang lalu.
Sebagai orang-orang yang telah mengerti dan percaya akan keagungan
Jumat Agung pada zaman ini, kita bertugas meneruskan pemberitaan ini
kepada semua orang. Momen Jumat Agung dapat kita pakai untuk membuka
pembicaraan mengenai karya-Nya yang agung. Kita dapat menjelaskan
kepada mereka, mengapa peristiwa Jumat Agung begitu agung dan layak
dirayakan oleh segenap bangsa —ALS
KEAGUNGAN PERISTIWA JUMAT AGUNG SUNGGUH LAYAK DIBERITAKAN KEPADA
SEGALA BANGSA
|