Bacaan : 1 Raja-raja 17:7-16
Berilah persembahan jika Anda ingin gereja ini tetap berdiri." Kalimat
ini ditulis dekat kotak persembahan, di sebuah gereja tua di Eropa.
Memprihatinkan! Gereja bersejarah ini kekurangan uang karena
anggotanya terus berkurang. Hanya segelintir orang tua yang masih
setia berbakti di sana. Generasi mudanya telah pergi. Kesulitan makin
terasa di tengah krisis keuangan global ini. Saat penghasilan orang
pas-pasan, siapa rela memberi persembahan?
Pada masa keuangan seret, wajar jika orang membuat skala prioritas.
Yang dianggap terpenting didahulukan, yang lain terpaksa diabaikan.
Begitulah juga sikap janda di Sarfat ketika Nabi Elia datang minta
dibuatkan roti. Mulanya ia menolak karena tepung miliknya tinggal
segenggam lagi. Hanya cukup untuk dimakan berdua bersama anaknya. Ini
prioritas pertama! Namun, Elia memberinya janji ilahi. Jika sang janda
berani membalik prioritasnya—mendahulukan pemberian untuk sang hamba
Tuhan, tepung itu tak akan habis. Janji ini tampaknya tak masuk akal,
tetapi sang janda mengimani. Mukjizat pun terjadi. Ia bisa memberi,
tetapi tetap berkecukupan!
Kisah ini bicara tentang pemeliharaan Allah. Hidup matinya kita tidak
melulu bergantung pada apa yang kita miliki, tetapi pada apa yang
Tuhan beri. "Carilah dahulu kerajaan Allah dan kehendak-Nya, maka
semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6:33). Jika Tuhan
ditempatkan sebagai prioritas pertama, masakan Dia menempatkan kita
sebagai prioritas terakhir-Nya? Jadi, meski zaman ini tampak begitu
sulit, jangan sampai kehilangan kemurahan hati! —JTI
JIKA TUHAN DIDAHULUKAN
JANGAN KHAWATIR AKAN APA YANG KITA PERLUKAN
|