Bacaan : Kejadian 3:1-7
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pernah mengadakan program vaksinasi gratis
di Pakistan. Setiap anak harus divaksin agar tak tertular wabah
penyakit berbahaya. Celakanya, upaya itu ditentang oleh sekelompok
pemeluk agama radikal. Dengan gencar mereka membujuk ibu-ibu untuk
menolak anaknya divaksin. Ditebarkanlah isu bahwa obat vaksin itu akan
membuat anak-anak mandul. Menurut mereka, program vaksinasi itu adalah
rekayasa negara Barat untuk menghabisi generasi muda Pakistan. Bujukan
itu ampuh. Sekitar 24.000 anak akhirnya tidak divaksin, padahal mereka
sangat memerlukannya!
Sebuah bujukan membuat apa yang benar tampak salah, sebaliknya yang
salah tampak benar. Taktik ini sudah dipakai Iblis sejak zaman Adam
dan Hawa. Iblis memberi tahu Hawa bahwa Tuhan sudah berbohong.
Menurutnya, jika buah pohon terlarang dimakan, Hawa tidak akan mati.
Malahan matanya akan terbuka dan menjadi "seperti Allah". Iblis
seolah-olah lebih pintar dari Allah. Ia mengetahui rencana Tuhan yang
tersembunyi. Hasilnya? Hawa terbujuk; bahkan memakan buah itu bersama
suaminya. Setelah itu, barulah mereka menyadari tipuan Iblis. Mata
mereka memang terbuka, tetapi tidak menjadi seperti Allah!
Sampai kini Iblis masih membujuk. Waspadalah terhadap ajaran yang
"mirip" firman Tuhan. Ajaran yang aneh, menghebohkan, atau terlalu
indah untuk dipercaya (too good to be true). Agar tak sampai terbujuk,
dalamilah firman Tuhan secara pribadi. Jangan puas hanya mendengar
nasihat orang lain. Kenalilah mana yang benar dan salah, lalu pegang
teguh firman-Nya —JTI
INGIN TERHINDAR DARI BUJUKAN?
JANGAN MUDAH TERGIUR DENGAN JANJI YANG LUAR BIASA!
|