Bacaan : Matius 26:69-27:10
Orang cenderung mengatakan bahwa dibandingkan Petrus, dosa Yudas jauh
lebih besar di hadapan Allah. Itu sebabnya ia tidak layak untuk
diampuni. Pernyataan ini sesungguhnya keliru. Sebab sebesar apa pun
dosa kita, Allah dapat mengampuninya. Hanya masalahnya, apakah si
pendosa mau bertobat atau tidak. Demikian juga dengan Petrus dan
Yudas. Yang membedakan mereka bukan besar atau kecilnya dosa,
melainkan ada tidaknya pertobatan.
Yudas memang menyesali perbuatannya. Hal itu ia buktikan dengan
mengembalikan uang hasil menjual Tuhan Yesus kepada imam-imam kepala
dan tua-tua. Sayangnya, setelah itu ia tidak kembali kepada Allah,
tetapi malah pergi untuk mengakhiri hidupnya (27:5). Lain halnya
dengan Petrus. Setelah tiga kali menyangkal mengenal Tuhan, ia
menyesali segala perbuatannya. Ia pun lari meninggalkan jati dirinya
sebagai murid dan kembali menjadi nelayan. Akan tetapi, ketika Yesus
menjumpai Petrus setelah kebangkitan-Nya, Petrus menyerahkan dirinya
kembali kepada Tuhan.
Allah memang membenci dosa, tetapi Dia mengasihi orang berdosa. Allah
tidak akan membuang orang berdosa yang mau kembali kepada-Nya. Allah
pasti mau menerima orang yang mau datang kepada-Nya. Siapa pun kita,
tanpa kecuali. Dosa sebesar apa pun pasti akan Allah ampuni dan Allah
bersihkan menjadi seputih salju, asal kita mau menyesalinya dan
sungguh-sungguh bertobat. Menyesal berarti mengakui bahwa kita
bersalah dan berduka karenanya. Bertobat berarti mau meninggalkan dosa
itu dan menyerahkan diri kepada Allah —RY
JANGAN SELESAIKAN DOSA DENGAN CARA SENDIRI,
SEPERTI YUDAS SELESAIKANLAH DOSA DENGAN CARA ALLAH, SEPERTI PETRUS
|