Bacaan : Kisah Para Rasul 16:19-32
Suatu ketika, saya membaca sebuah kalimat yang menyentuh hati saya.
"Anda diampuni ketika Anda mengampuni." Kalimat yang indah. Nah, coba
tebak di mana saya membaca kalimat itu? Buku rohani? Tidak. Majalah
kristiani? Bukan. Warta sebuah gereja? Bukan. Saya menemukan dan
membaca kalimat itu di toilet sebuat rumah penginapan. Saya kagum pada
si pemilik penginapan yang menggunakan setiap ruang, bahkan toilet,
untuk mencantumkan kalimat-kalimat yang membangun.
Firman Tuhan hari ini memuat kisah Paulus dan Silas yang dipenjara.
Paulus dan Silas tidak hanya dipenjara, sebelumnya mereka disiksa
bahkan dipasung. Dalam kondisi terluka dan dipenjara, mereka punya
alasan bahwa itu bukan waktu yang "baik" untuk bersaksi. Namun, Paulus
dan Silas malah memakai waktu mereka untuk berdoa dan menyanyikan
puji-pujian (ayat 25). Lalu terjadilah gempa bumi yang hebat yang
mengakibatkan semua pintu dan belenggu terbuka. Namun, mukjizat
terbesar malam itu bukanlah gempa bumi yang membuka pintu-pintu,
melainkan pertobatan kepala penjara dan seisi rumahnya (ayat 31,32).
Acap kali kita punya ribuan alasan untuk tidak memberitakan Firman.
Waktu yang tidak pas; lagi tidak mood; kondisi hati yang kurang baik.
Marilah kita belajar dari Paulus dan Silas—selalu siap sedia
memberitakan firman dalam kondisi apa pun. Hari ini lihatlah
sekeliling Anda. Adakah orang yang memerlukan peneguhan dan
penghiburan dari firman Tuhan? Adakah jiwa yang mendambakan
keselamatan kekal? Mereka memerlukan Firman Tuhan, HARI INI. Bukan
besok —GS
TIADA WAKTU YANG LEBIH INDAH
SELAIN SAAT FIRMAN TUHAN DIBERITAKAN
|