Bacaan : Hakim-hakim 9:8-15
Bacaan Alkitab hari ini adalah perumpamaan yang menggambarkan situasi
ketika Abimelekh dinobatkan menjadi raja di Sikhem. Dikisahkan, pohon-
pohon di sebuah hutan sedang memilih raja. Mereka datang ke Pohon
Zaitun dan memintanya menjadi raja, tetapi dengan berbagai alasan
Pohon Zaitun menolaknya. Begitu pula ketika mereka datang ke Pohon Ara
dan Pohon Anggur, kedua pohon itu juga menolak. Akhirnya, mereka
datang ke Semak Duri. Semak Duri bersedia menjadi raja. Namun, ketika
Semak Duri yang menjadi raja, maka terbakarlah seluruh hutan itu.
Kita kerap kali mendengar bagaimana gereja sulit sekali mencari orang
yang mau menjadi anggota Majelis Jemaat atau anggota pengurus bidang
pelayanan tertentu. Hal ini terjadi bukan karena tidak adanya orang-
orang yang potensial, tetapi lebih karena orang-orang yang potensial
menolak dengan berbagai alasan. Kadang alasannya memang bisa
dipahami—misalnya, masih terikat komitmen atau tanggung jawab yang
lain, tetapi tidak jarang alasannya sama sekali tidak bisa
ditoleransi; seperti tidak mau repot, tidak mau capek, tidak mau
peduli, atau bahkan merasa percuma, tidak ada untungnya. Akibatnya,
seperti dalam perumpamaan di atas, "Semak Duri" (baca: orang yang
tidak sepatutnya) yang kemudian menjadi "raja".
Maka, marilah kita singsingkan lengan baju untuk ambil bagian dalam
pelayanan di gereja. Jangan hanya jadi penonton. Betul, kita tidak
perlu mencari-cari jabatan di gereja, tetapi kalau tanggung jawab itu
datang, sebisa mungkin jangan menolak. Tuhan menanti karya Anda —AYA
TUHAN PASTI SUDAH MEMPERTIMBANGKAN
KETIKA MEMILIH ANDA
|