Bacaan : Nehemia 4:1-15
Barrack Obama menang dalam Pemilu Presiden di Amerika Serikat karena
menjanjikan perubahan. Ia berhasil meyakinkan publik bahwa di bawah
kepemimpinannya, negeri yang terpuruk itu bisa kembali bangkit. Para
pendukungnya pun sangat optimis. Dalam tiap kampanye, mereka berseru-
seru penuh semangat: "Yes, we can!" "Ya, kita bisa!" Bersama Obama,
masa kejayaan Amerika pasti datang lagi.
Nehemia juga punya optimisme seperti itu ketika akan membangun kembali
tembok Yerusalem. Bedanya, optimisme Nehemia bersumber pada Tuhan.
Bersama rekan sebangsanya yang ikut membangun, ia maju dengan prinsip:
"Bersama Tuhan, kita bisa!" Prinsip ini terbukti ampuh ketika muncul
gangguan dari Sanbalat dan Tobia. Keduanya mengatai para pekerja itu
lemah. Tak akan sanggup membangun tembok yang sudah hancur total.
Kalau pun bisa, perlu waktu lama dan hasilnya tidak akan sekokoh
tembok sebelumnya. Keduanya berusaha mematahkan semangat Nehemia dan
kawan-kawan. Namun, Nehemia tidak ambil pusing. Ia adukan semuanya
kepada Tuhan lalu terus bekerja. Ia yakin penyertaan Tuhan akan
memampukan mereka berbuat lebih dari perhitungan manusia. Akhirnya,
Tuhan membuat mereka berhasil dan menggagalkan rencana jahat para
pengganggu.
Di sekitar kita banyak "Sanbalat dan Tobia". Gambaran buruk atau
anggapan negatif yang bisa membuat kita pesimis dan putus asa. Jika
diladeni, kita akan kalah sebelum berperang. Oleh sebab itu, pakailah
prinsip Nehemia. Yakini penyertaan Tuhan, lalu maju dan katakan:
"Bersama Tuhan, kita bisa." "Yes, we can!" JTI
DENGAN MENGANDALKAN PIMPINAN ILAHI
KITA DAPAT BERKARYA LEBIH DARI PERHITUNGAN MANUSIAWI
|