Bacaan : Hakim-hakim 7:1-23
Orang Midian dan sekutunya menyerang Israel. Saat itu adalah zaman
hakim-hakim, dan Gideon hanya mampu mengumpulkan 32.000 orang untuk
melawan balatentara yang "seperti belalang banyaknya" (Hakim-hakim
7:12). Apalagi Allah mengurangi jumlah mereka menjadi 300 orang (ayat
2-7). Gideon ketakutan, maka Allah mengirimnya untuk menyelinap ke
perkemahan musuh di malam hari. Dengan mengendap-endap, pemimpin
balatentara Israel itu mendengar seorang tentara yang menceritakan
mimpinya kepada kawannya. (ayat 13,14). Sekeping roti jelai terguling
masuk ke perkemahan orang Midian, dan meruntuhkan salah satu kemah
mereka. Kawannya melihat bahwa mimpi itu adalah pertanda bahwa Gideon
pasti memenangkan pertempuran.
Gideon memperoleh dorongan semangat yang besar. Setelah sujud
menyembah Allah, ia kembali ke perkemahannya dan mengatur pasukannya
yang berjumlah 300 orang. Sambil membawa sangkakala dan suluh, mereka
berjalan menuju perkemahan orang Midian yang pasukan jauh lebih banyak
(ayat 15-22).
Sebagai pengikut Kristus, kita masih harus berperang. Kita berperang
melawan roh-roh jahat (Efesus 6:10-12). Mereka melemahkan iman dan
meruntuhkan kekuatan kita. Kita juga berperang melawan diri sendiri;
baik kelemahan, ketakutan, atau keraguan kita (Roma 7:15-25). Kita
bisa saja merasa patah semangat.
Namun, Allah adalah Pemberi Semangat yang hebat. Ketika tekad kita
melemah atau pandangan kita kabur, Dia akan memberikan kekuatan
melalui kuasa-Nya (Efesus 3:16), meskipun musuh kita lebih banyak dari
sekawanan belalang --Dave Egner
IMAN MENDATANGKAN KEMENANGAN
KARENA TUHANLAH YANG BERPERANG BAGI KITA
|