Bacaan : 2Samuel 24:1-17
Pernahkah Anda bingung melihat beberapa ayat Alkitab yang tampaknya
berlawanan satu sama lain? Misalnya, dalam 1 Tawarikh 21:1 dikatakan
bahwa yang "membujuk Daud untuk menghitung orang Israel" adalah Setan,
tetapi pada 2 Samuel 24:1 disebutkan bahwa Tuhanlah yang menyuruh.
Bagaimana kita menjelaskannya? Kita semua tahu bahwa Allah tidak
pernah mencobai siapa pun untuk berbuat dosa (Yakobus 1:13).
Jawaban pertanyaan itu dapat ditemukan dari cara para penulis
Perjanjian Lama mengungkapkan jalan Allah. Terkadang mereka menganggap
pencobaan itu berasal dari Allah dengan seizin Dia. Mereka pikir Dia
membiarkan kita mengambil pilihan yang salah, lalu memakai akibat
tragis yang ditimbulkan untuk mencapai tujuan baik-Nya.
Dalam 2 Samuel 24:1, kita baca bahwa Allah "menghasut Daud" untuk
menghitung orang Israel. Jelaslah bahwa saat itu Allah mengizinkan
Setan mempengaruhi Daud, karena sensus itu merupakan usaha untuk
menaksir kekuatan militer Israel. Hal ini menceminkan dosa yang sama,
yang berasal dari sikap sombong dan mengandalkan diri sendiri yang
sering dilakukan bangsa itu. Akibatnya, Allah menghakimi bangsa Israel
serta raja mereka.
Jadi, apa tujuan baik Allah ketika mengizinkan Setan untuk menghasut
Daud? Meskipun banyak rakyat Israel yang mati, tetapi bangsa itu
diampuni dan dimurnikan. Tuhan menghukum yang bersalah, tetapi juga
menunjukkan belas kasihan-Nya.
Jalan Allah mungkin di luar pemahaman kita, tetapi kita dapat selalu
percaya bahwa Dia selalu melakukan apa yang benar --Herb Vander Lugt
ALLAH MUNGKIN MENYEMBUNYIKAN TUJUAN JALAN-NYA
TETAPI JALAN-NYA PASTI MEMILIKI TUJUAN
|