Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > KEDUANYA TAK TERPISAHKAN
< Februari
2003
>
M S S R K J S
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28  


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Selasa, 18 Februari 2003

Bacaan Setahun : Ulangan 7-9
Nats : ... dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala (Efesus 4:15)

KEDUANYA TAK TERPISAHKAN

Bacaan : Efesus 4:1-16

Seorang mahasiswa teologi terlibat dalam perdebatan sengit dengan kepala asramanya. Saat itu mereka sedang mendiskusikan ajaran seorang ahli teologi yang menurut anggapan si kepala asrama seorang bidaah. Padahal mahasiswa itu telah memutuskan untuk menjadi pengikut orang itu dan penganut doktrinnya.

Dengan sikap menggurui, mahasiswa itu memperlihatkan fotokopi sebuah buku teologi yang ditulis oleh orang itu kepada kepala asramanya. Pria yang walaupun kurang berpendidikan tapi seorang kristiani yang saleh itu merasa tak berkutik ketika dihadapkan pada begitu banyaknya pengetahuan anak muda. Akibatnya, ia merasa frustrasi dan kalah.

Demikian pula kita pun dapat menyalahgunakan roh kebenaran yang agung dari Kitab Suci untuk menyakiti orang lain. Barangkali kita telah menerima ajaran dari seorang guru Alkitab yang terkenal, mendapatkan pemahaman khusus atas firman Tuhan, atau dengan mudah mengutip ayat nats dari Kitab Suci. Hal ini dapat menjadi pedang bermata dua yang dapat menjatuhkan atau membangun mental orang lain. Jika kita menyalahgunakan pengetahuan kita, kita mungkin akan membuat orang- orang kristiani saling bertentangan dan menghancurkan gereja. Di lain pihak, kita dapat menggunakan kebenaran untuk menjelaskan, mengajar, dan memperkaya orang lain jika kita menyampaikannya dengan kasih.

Kebenaran harus dinyatakan dalam kasih (Efesus 4:15). Keduanya tak terpisahkan! --Dennis De Haan

KEBENARAN MUNGKIN MENYAKITKAN
TETAPI KASIH AKAN MERINGANKAN RASA SAKIT ITU
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran