Bacaan : 2Samuel 21:1-14
Nama baik Allah dapat dimuliakan atau sebaliknya menjadi buruk oleh
karena sikap dan tindakan umat-Nya. Bacaan Alkitab hari ini
menunjukkan realitas ini.
Selama masa pemerintahan Daud, Allah menghukum Israel dengan tiga
tahun kelaparan karena pendahulu Daud, yakni Raja Saul, telah berusaha
untuk membunuh orang-orang Gibeon (2 Samuel 21:1). Tindakannya itu
melanggar sumpah yang telah dibuat antara Yosua beserta para penguasa
Israel dengan bangsa Gibeon dalam nama "TUHAN, Allah Israel" (Yosua
9:18). Dengan demikian, nama baik Allah sedang dipertaruhkan.
Ketika Daud bertanya kepada bangsa Gibeon apa yang harus dilakukan
agar ia dapat menebus kesalahan itu, mereka meminta tujuh orang dari
keturunan Saul diserahkan kepada mereka untuk digantung. Alkitab tidak
menyatakan bahwa itulah yang diminta Tuhan sebagai hukuman yang pantas
bagi Saul, karena kematian anak-cucu Saul pastilah membuat Allah
berduka. Namun, Dia mengizinkan eksekusi itu dilaksanakan agar
perjanjian umat-Nya, yang dibuat atas nama-Nya, dapat diperbarui. Dari
situ pulalah bangsa Gibeon akhirnya tahu bahwa Allah yang disembah
bangsa Israel adalah Allah yang patut dihormati.
Sama halnya seperti bangsa Israel yang menajiskan kekudusan nama Allah
dengan melakukan kekejian (Yehezkiel 36:22), kita pun dapat menajiskan
nama Allah lewat cara hidup kita. Marilah kita teladani hidup Yesus
sehingga kita dapat menghormati nama Allah --Herb Vander Lugt
KITA MENGHORMATI ALLAH BAPA KITA
SAAT KITA HIDUP SEPERTI PUTRA-NYA
|