Bacaan : Efesus 6:1-4
Seorang konselor keluarga, John Rosemond, bertanya, “Apakah anak Anda
istimewa ... orang paling istimewa di dunia ini?” Ia melanjutkan,
“Bagi Anda, itu sudah pasti!”
Menurut Rosemond, membiarkan anak Anda tahu bahwa dirinya istimewa,
bagi Anda mungkin itu adalah hal yang sehat. Namun anak tidak boleh
tumbuh dengan perasaan bahwa dirinya adalah yang paling istimewa
dibanding orang-orang di sekitarnya. “Anak itu,” ia memperingatkan,
“akan cenderung berpikir bahwa dirinya juga layak memperoleh barang
dan hak yang istimewa pula. Ia menjadi mudah membenarkan diri bila
marah karena sakit hati, egoisme, dan rasa iri.” Bagaimana cara
menghindari bahaya ini?
Orangtua kristiani yang berpegang pada Kitab Suci, sesungguhnya telah
diperlengkapi untuk memberikan perhatian yang seimbang. Pertama,
mereka dapat memberikan perhatian kepada anak-anak tanpa memanjakan,
yakni dengan memberi tahu bahwa setiap anak adalah ciptaan Allah yang
unik (Mazmur 139:13-16). Kedua, orangtua dapat mengajar putra-putri
mereka bahwa setiap manusia memiliki dorongan yang kuat untuk berbuat
dosa, sehingga mereka juga memerlukan kasih karunia Kristus yang
menyelamatkan (Roma 3:23,24).
Orangtua yang menanamkan prinsip seperti ini sesungguhnya sedang
mematuhi perintah Rasul Paulus dalam hal pengasuhan anak: “Didiklah
mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Efesus 6:4). Anak yang
dibesarkan dengan cara demikian akan dapat tetap merasa istimewa tanpa
harus dimanjakan --Joanie Yoder
ANAK MANJA DIBERI APA PUN YANG MEREKA INGINKAN
ORANGTUA BIJAK HANYA MEMBERI APA YANG DIBUTUHKAN
|