Bacaan : Yohanes 10:7-11
Seorang pendaki gunung kawakan sedang membagikan pengalamannya kepada
sekelompok pendaki pemula yang mempersiapkan pendakian pertama mereka.
Orang itu telah menaklukkan puncak-puncak gunung yang paling ganas,
sehingga ia dipercaya untuk memberikan nasihat. "Ingatlah," katanya,
"tujuan pendakian adalah menikmati kegembiraan dan sukacita karena
dapat mencapai ... puncak. Setiap langkah membawa kalian mendekati
tujuan. Jika tujuan kalian hanyalah untuk menghindari kematian,
pendakian kalian tidak akan maksimal."
Saya melihat bahwa nasihat itu berlaku pula dalam pengalaman hidup
kristiani. Panggilan Yesus kepada kita untuk menjalani hidup kristiani
bukan semata-mata untuk menghindari neraka. Tujuan kita bukanlah hidup
dengan sedikit sukacita dan kepuasan, melainkan hidup yang penuh
sukacita. Tujuan kita mengikut Kristus seharusnya tidak hanya untuk
menghindari siksaan kekal. Jika itu motivasi utama kita, kita akan
kehilangan keajaiban, sukacita, dan kemenangan setelah mendaki semakin
tinggi dan tinggi bersama Yesus.
Tuhan menjanjikan kepada kita "hidup ... dalam segala kelimpahan
(Yohanes 10:10). Kita tidak dapat mengalami hidup dalam kepenuhan dan
kelimpahan jika hidup kita dipenuhi rasa takut. Saat kita berjalan
dengan iman, maka setiap hari kita akan memandang kehidupan kristiani
sebagai tantangan yang harus dihadapi dan satu langkah lagi menuju
puncak kemenangan!
Janganlah hidup secara minimal. Hiduplah semaksimal mungkin! Dakilah
gunung kehidupan dengan penuh percaya diri! --Dave Egner
KITA AKAN MENDAPATKAN AKHIR HIDUP YANG TERBAIK
JIKA KITA HIDUP BAGI KRISTUS
|