Bacaan : Filipi 1:1-11
Mengapa banyak orang kristiani tidak mengalami sukacita yang merupakan
buah Roh dalam Galatia 5:22?
Dalam bukunya yang berjudul Laugh Again (Tertawa Lagi), Charles
Swindoll menuliskan tiga hal yang sering menjadi "pencuri sukacita",
yakni kekhawatiran, tekanan batin, dan ketakutan.
Ia mendefinisikan kekhawatiran sebagai "kegelisahan yang berlebihan
akan suatu hal yang mungkin terjadi atau mungkin tidak terjadi". (Dan
biasanya tidak terjadi.) Tekanan batin diartikan sebagai "ketegangan
yang berlebihan terhadap situasi yang tidak dapat kita ubah atau
kontrol". (Padahal Allah mampu.) Dan ketakutan, menurut Swindoll,
adalah "kecemasan yang sangat terhadap bahaya, kejahatan, atau
penderitaan". (Dan hal itu hanya akan memperbesar masalah kita.)
Swindoll mengatakan bahwa untuk membentengi diri dari "pencuri
sukacita", kita harus memiliki keyakinan yang sama seperti yang
dikatakan Paulus dalam suratnya kepada jemaat Filipi. Setelah mengucap
syukur atas jemaat Filipi (1:3-5), ia menyakinkan mereka bahwa "Ia,
yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya
sampai pada akhirnya" (ayat 6).
Apa pun yang membuat Anda khawatir, tertekan, dan ketakutan, tidak
dapat menghalangi Allah untuk terus bekerja dalam hidup Anda. Kita
dapat hidup dengan keyakinan bahwa Dia mengatur segalanya. Kita dapat
memasrahkan segalanya kepada-Nya.
Bentengi diri Anda dari "pencuri sukacita" itu dengan memperbarui
keyakinan Anda kepada Allah setiap pagi. Lalu tenangkan hatimu dan
bersukacitalah --Joanie Yoder
KEBAHAGIAAN TERGANTUNG PADA PERISTIWA YANG TERJADI
NAMUN SUKACITA TERGANTUNG KEPADA YESUS
|