Bacaan : Yohanes 11:25-44
Saat orang yang kita kasihi meninggal, kita pergi ke kuburan untuk
mengikuti prosesi yang panjang. Kita mungkin akan duduk atau berdiri
di sekitar makam dan mendengarkan dengan khidmat saat pendeta
membacakan ayat Alkitab tentang kebangkitan. Lalu jenazah diturunkan
ke liang kubur. Kemudian kita mungkin akan tinggal sejenak untuk
menaburkan bunga dan berdiri dengan kepala tertunduk untuk mengenang
dan menghormati almarhum. Orang yang kita kasihi telah meninggal, dan
kita sadar bahwa kita tidak dapat membawanya kembali.
Berbeda saat Yesus datang ke pemakaman Lazarus, sahabat-Nya yang baru
saja meninggal. Ketika tiba di kuburnya, Dia menggunakan wewenang dan
kuasa-Nya dengan memberi perintah: "Angkat batu itu" (Yohanes 11:39).
"Lazarus, marilah keluar!" (ayat 43). "Bukalah kain-kain itu dan
biarkan ia pergi" (ayat 44).
Kita mungkin berharap sepenuh hati dapat mengembalikan orang yang kita
kasihi, tetapi meskipun kita memberikan perintah seperti yang Yesus
ucapkan, tak ada yang akan terjadi. Namun, Yesus memiliki kuasa untuk
itu, karena Dia adalah "kebangkitan dan hidup" (ayat 25). Kuasa-Nya
nyata saat Lazarus keluar dari kubur, dan hidup kembali!
Kelak, Yesus akan datang lagi ke kubur dari orang-orang percaya. Dan
ketika Dia memberikan perintah, maka semua jenazah orang mati yang
percaya kepada-Nya akan "keluar dan bangkit" (Yohanes 5:28,29; 1
Tesalonika 4:16). Betapa luar biasa hari itu kelak! --Dave Egner
BAGI ORANG KRISTIANI
KEMATIAN ADALAH PINTU MASUK MENUJU KEMULIAAN
|