Bacaan : Wahyu 21:1-5
Para kartunis sering kali melukiskan orang yang ke surga dengan
memakai jubah putih, melayang-layang bagaikan hantu melintasi awan-
awan, atau duduk di atas kursi emas sambil memainkan harpa.
Betapa jauh perbedaan gambaran itu dengan gambaran yang kita temukan
di dalam Alkitab. Dalam 1 Korintus 15, kita membaca bahwa tubuh
kebangkitan kita, yang tidak dapat dibinasakan oleh maut, akan tampak
nyata dan berwujud; tidak seperti hantu. Wahyu 21:1-5 juga menjelaskan
kepada kita bahwa Allah akan menciptakan "langit yang baru dan bumi
yang baru". Dia akan menciptakan "kota Allah yang hidup, Yerusalem
surgawi" (Ibrani 12:22) dan meletakkannya di atas bumi yang baru
sebagai "Yerusalem Baru". Di dalam kota itu digambarkan terdapat
banyak jalan, tembok, pintu gerbang, bahkan ada juga sebuah sungai dan
pepohonan (Wahyu 22:1-5). Kehidupan di kota itu kelak akan
menyenangkan, bebas dari akibat dosa yang melemahkan. Di sana tidak
akan ada lagi kematian, kesedihan, dukacita, dan penderitaan, karena
Allah akan membuat "semuanya menjadi baru". Namun lebih daripada itu,
Dia sendiri akan datang untuk tinggal di tengah-tengah kita sehingga
kita dapat menjalin hubungan yang akrab bersama-Nya.
Sungguh sulit bagi kita untuk membayangkannya. Namun bukankah itu masa
depan yang menyenangkan? Semuanya menjadi mungkin karena karya Yesus
saat mati di kayu salib bagi kita. Seharusnya hal ini memotivasi kita
untuk menyembah-Nya, hidup saleh, dan memberitakan kepada sesama bahwa
mereka pun dapat memperoleh jaminan masa depan yang mulia --Herb Vander
Lugt
SEMAKIN DALAM KITA MENGASIHI YESUS
SEMAKIN DALAM KITA MERINDUKAN SURGA
|