Bacaan : 2Korintus 11:21-29
Seorang ahli ilmu jiwa asal Austria bernama Viktor Frankl dipenjara
oleh Nazi selama masa pembantaian besar-besaran. Saat dibebaskan, ia
menulis buku berjudul Man's Search For Meaning (Pencarian Manusia Akan
Makna Hidup), yang menjadi buku terlaris sepanjang masa. Dalam buku
ini, Frankl membagikan semua pelajaran penting yang ia petik dari
penderitaannya: "Saya berani berkata bahwa di dunia ini tak ada yang
dapat benar-benar menolong seseorang untuk terus bertahan hidup,
bahkan dalam situasi terburuk sekalipun, selain pemahaman bahwa
sesungguhnya hidup seseorang itu berarti."
Rasul Paulus juga berulang kali mengalami penderitaan (2 Korintus
11:23-27). Ia tentu memiliki tujuan yang membuatnya tetap bertahan. Ia
mengatakan kepada pemimpin jemaat di Efesus, "Tetapi sekarang sebagai
tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan
terjadi atas diriku di situ selain daripada yang dinyatakan Roh Kudus
dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.
Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat
mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan Tuhan
Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia
Allah" (Kisah Para Rasul 20:22-24).
Kita pun memiliki tujuan dan tugas: Allah memanggil kita untuk menjadi
saksi bagi Juruselamat. Kita mungkin tidak menderita seperti Paulus,
tetapi dalam iman kita dapat menemukan sebuah makna yang akan menolong
kita untuk berjalan dengan setia melalui berbagai pengalaman hidup
yang berat --Vernon Grounds
PENGENALAN AKAN ALLAH MEMBERI MAKNA PADA HIDUP
KETAATAN KEPADA ALLAH MEMBERI TUJUAN PADA HIDUP
|