Bacaan : Mazmur 119:89-96
Jim dan Carol Cymbala terus-menerus berdoa, memuji, dan berkhotbah
meskipun selama dua tahun keluarga mereka mengalami hal yang
menyedihkan. Putri remaja mereka, Chrissy, telah berpaling dari Allah
yang mereka kasihi dan layani dengan setia. Meskipun hati mereka
sangat terluka, Jim dan Carol tetap melanjutkan pelayanannya bagi
jemaat Gereja Tabernakel Brooklyn di New York.
Sebagian orang mengira bahwa Carol menulis lagu yang berjudul "Dia
Selalu Setia" setelah putrinya bertobat secara dramatis. Namun,
ternyata tidak. Ia menuliskan lagu itu sebelum kejadian tersebut.
Carol menyebut lagu itu sebagai "lagu pengharapan yang tercipta di
tengah-tengah penderitaanku". Saat hatinya sangat terluka, Carol
mengatakan bahwa lagunya "menenangkan jiwaku, dan berulang kali
menguatkanku". Lirik yang ditulisnya pada saat yang berat itu telah
membantunya untuk terus melangkah. Meskipun putrinya belum bertobat,
Carol masih bisa memuji kasih setia-Nya di dalam hidupnya.
Beberapa waktu kemudian, saat Chrissy pulang ke rumah dan berlutut
memohon ampun kepada kedua orangtuanya, kebenaran yang tertulis dalam
Mazmur 119:90 menjadi terlihat begitu nyata di mata Carol. Kesetiaan
Allah tidak hanya akan tampak bagi keturunan kita saja, melainkan dari
keturunan ke keturunan! Carol memperoleh pengalaman baru seperti yang
tertuang dalam sebaris lirik lagunya yang telah memberi berkat bagi
banyak orang: "Apa yang kupikir mustahil, kini telah kulihat Allah
melakukannya!" --Julie Link
JIKA HANYA ALLAH YANG ADA PADA KITA
KITA TAHU BAHWA ALLAH SAJA SUDAH CUKUP
|