Bacaan : Yesaya 40:29-31
Saya tengah mengamati seekor elang ketika tiba-tiba elang itu
berputar-putar dan melesat ke atas. Dengan sayapnya yang kuat, burung
besar itu membubung semakin tinggi, menjadi sebuah titik kecil,
kemudian menghilang.
Elang yang terbang itu mengingatkan saya akan pujian yang dinaikkan
Yesaya: "Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna
jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN
mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang
dengan kekuatan sayapnya" (40:30,31).
Luka hati dan tragedi dalam hidup dapat menghilangkan sukacita, daya
tahan, dan kekuatan kita, serta membuat kita bertekuk lutut. Namun,
jika kita menaruh pengharapan kita dalam Tuhan dan percaya kepada-Nya,
Dia akan memperbarui kekuatan kita. Kunci ketahanan kita terletak pada
pertukaran daya kita yang terbatas dengan kekuatan Allah yang tak
terbatas. Dan kita wajib memintanya.
Dengan kekuatan Allah kita dapat "berlari dan tidak menjadi lelah",
meskipun hari-hari kita dipenuhi oleh berbagai kesibukan dan tuntutan.
Dengan kekuatan-Nya kita dapat terus "berjalan dan tidak menjadi
lelah", meskipun rutinitas yang menjemukan dan melelahkan membuat
hidup kita terasa kering dan membosankan. Di tengah-tengah ziarah yang
melelahkan dan penuh air mata pemazmur berseru, "Berbahagialah manusia
yang kekuatannya di dalam Engkau" (Mazmur 84:6).
Oh, betapa luar biasa kekuatan Allah yang tak terbatas menggantikan
kelemahan kita yang terbatas! --David Roper
ALLAH MEMBERIKAN CUKUP KEKUATAN
KEPADA KITA YANG LELAH
|