Bacaan : Efesus 5:22,33
Di dekat rumah kami ada sebuah lapangan golf. Saat berdiri di halaman
belakang, saya melihat kolam yang seolah-olah tak sabar menunggu
pukulan meleset saya berikutnya. Sering kali saya membayangkan
sandtraps [lubang berisi pasir dalam permainan golf] dan pepohonan
mengejek permainan saya yang jelek.
Saya menceritakan permainan golf ini dengan perasaan campur aduk.
Sesekali saya suka bermain golf. Namun tinggal berdekatan dengan
lapangan golf selalu mengingatkan saya akan kesalahan-kesalahan yang
saya buat saat bermain golf. Itulah tidak enaknya.
Masalah yang sama dapat timbul dalam pernikahan. Terkadang suami-istri
melupakan harapan dan mimpi yang pernah saling mereka bagikan. Maka
kehadiran pasangan hanya menjadi sumber gangguan, pengingat berbagai
kesalahan dan kekecewaan di masa lalu.
Ketika Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat Efesus, ia meminta
agar para suami dan istri mengarahkan pikiran mereka pada hubungan
mereka dengan Anak Allah (5:22,33). Di dalam Dia kita menemukan kasih
yang tak berkesudahan dan pengampunan bagi kegagalan kita. Di dalam
Dia kita menemukan Pribadi yang suka melupakan hal-hal yang paling
buruk dalam diri kita dan memberikan yang terbaik. Dia mengingatkan
kita, bukan pada kekalahan kita, tetapi pada apa yang belum kita
capai.
Bapa, ampuni kami yang hanya memusatkan perhatian pada kekurangan dan
kesalahan kami, dan bukan pada kasih Putra-Mu Yesus Kristus. Bantulah
kami untuk kembali mengasihipasangan kami dalam terang kasih Tuhan
yang besar --Mart De Haan II
PERNIKAHAN MUNGKIN DITENTUKAN DI SURGA
TETAPI HARUS DIJALANKAN DI DUNIA
|