Bacaan : Roma 8:26-30
Ketika kebakaran besar terjadi di Kalifornia, Oktober 2007, dua ribu
rumah habis dilalap api.
Barbara Warden, seorang korban dalam peristiwa itu, hanya sempat
menyelamatkan tiga kotak berisi foto dan jam kuno warisan kakeknya.
Meskipun hatinya remuk, ia tetap tegar. Dalam kebaktian di
gerejanya, ia bersyukur karena tidak ada anggota keluarganya yang
cedera. "Di dalam Tuhan, kita selalu menemukan banyak alasan untuk
bersyukur -- walau pada masa sulit sekalipun," kata-nya.
Apa yang memampukan Barbara bersyukur di saat sulit? Pimpinan Roh
Kudus! Paulus berkata bahwa saat hidup berada di titik terendah,
saat itulah Roh Kudus mengirimkan perawatan intensif. Ketika hati
begitu sarat beban sampai tak mampu lagi mengucapkan keluhan, Roh
berdoa untuk kita kepada Allah. Dia sanggup mengubah bahasa air mata
menjadi doa. Dengan cara ini, "keluhan yang tak terucapkan" itu bisa
disalurkan (ayat 26), hingga kita mengalami kelegaan di hati,
penghiburan ilahi, dan semangat hidup. Kita tidak menjadi panik,
tetapi bisa mengamini bahwa apa pun yang terjadi, semua akan
mendatangkan kebaikan (ayat 28). Hasilnya, kita tetap memandang masa
depan secara positif, meski hari ini semuanya tampak suram. Roh
Kudus memampukan kita berjalan dengan iman, bukan penglihatan.
Apakah hidup Anda terasa rumit? Apakah Anda sedang berada di "titik
terendah"? Adakah keresahan menyelimuti Anda? Berdiam dirilah di
hadapan Allah. Izinkan Roh Kudus menyampaikan keluh-kesah Anda dan
mengubah airmata Anda menjadi doa. Anda akan menjadi lega dan tegar
-JTI
DI SAAT KITA BEGITU LEMAH
PENDAMPINGAN ROH KUDUS TERASA BEGITU KUAT
|