Bacaan : Yohanes 11:25-36
Ayah saya adalah seorang yang tegar. Namun suatu pagi, setelah
menerima sebuah kabar melalui telepon, ia menangis. Seingat saya,
itulah satu-satunya kesempatan saya melihatnya menangis di hadapan
keluarga kami. Ternyata, ia baru saja mendengar berita meninggalnya
kakek saya.
Kematian adalah bagian alami dari kehidupan. Namun toh setiap kali
kematian datang, apalagi jika ia menjemput orang yang kita cintai,
ada perasaan berduka yang muncul. Namun, berdasarkan bacaan hari
ini, sebagai orang beriman setidaknya ada dua penghiburan yang bisa
kita pegang saat kita berduka.
Pertama, bahwa dalam Yesus manusia tidak akan mati selama-lamanya
(ayat 25). Itu berlaku juga bagi kita. Kematian di bumi ini hanya
me-misahkan kita sementara saja dengan orang-orang yang kita kasihi.
Kelak kita semua akan bertemu kembali.
Kedua, bahwa Tuhan mengerti benar perasaan kita. Dia menangis ketika
melihat Maria dan orang-orang Yahudi meratapi kematian Lazarus (ayat
35). Tuhan yang penuh kasih benar-benar mengerti kedukaan kita
akibat kematian. Dan, Dia pun turut berduka bersama kita!
Kedua hal tersebut dapat menjadi penghiburan ketika kita berduka
akibat kehilangan seseorang yang terkasih. Kedua hal ini bahkan
dapat kita pegang untuk menguatkan kita dalam segala situasi. Hidup
kita hanya sementara. Segala masalah di dalamnya pasti akan berlalu.
Selain itu, Tuhan yang Pengasih sungguh-sungguh mengerti apa yang
kita rasakan. Kita tidak pernah bergumul sendirian -ALS
AKULAH KEBANGKITAN DAN HIDUP;
SIAPA SAJA YANG PERCAYA KEPADA-KU
IA AKAN HIDUP WALAUPUN IA SUDAH MATI-YESUS
|