Bacaan : Yakobus 1:19-27
Menurut legenda yang dikisahkan para rabi, ketika Yusuf menjadi
perdana menteri saat Mesir dilanda kelaparan, ia membuang sekam dari
lumbung-lumbungnya ke Sungai Nil. Sekam itu mengambang sampai jauh
mengikuti aliran air, sehingga orang-orang yang tinggal di tepian
sungai jauh di daerah hilir dapat melihatnya. Hanya sekam yang
mereka lihat, namun itu berarti ada banyak gandum di suatu tempat.
Ketika melihat sekam yang mengambang itu, mereka yakin bahwa jika
mereka cukup kuat untuk pergi dan menemukan tempat sekam itu
dibuang, mereka pasti mendapati persediaan gandum yang berlimpah.
Seperti sekam yang menunjukkan adanya persediaan gandum, Alkitab --
sebagai catatan tertulis dari firman Allah -- juga berguna sebagai
petunjuk di mana kita dapat memenuhi kebutuhan rohani kita. Namun,
tak jarang kita memperlakukannya sebagai tujuan akhir. Kita sudah
merasa puas jika telah membaca Alkitab dan melengkapinya dengan
renungan dan buku-buku rohani. Kita sudah puas dengan giat mengikuti
kelompok pendalaman Alkitab dan mendengarkan khotbah setiap Minggu.
Itu semua tindakan yang perlu dan penting, tetapi belum cukup untuk
mendapatkan manfaat firman yang sesungguhnya. Membaca, mendengar,
dan mempelajari Kitab Suci adalah langkah awal. Jika berhenti di
situ, kita hanya menambah pengetahuan tentang Alkitab. Kita harus
melengkapinya dengan mengikuti petunjuk firman itu. Artinya, kita
perlu menaati dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (ayat
22-25). Dengan demikian kita akan menemukan gandumnya, yakni
kehidupan yang diubahkan oleh firman Allah -ARS
FIRMAN TUHAN TIDAK SEKADAR MEMBERI KITA PENGETAHUAN
TETAPI JUGA MEMBERI PERUBAHAN
|