Bacaan : Yohanes 15:11-15
Sahabat adalah orang yang kepadanya kita percaya. Dengan seorang
sahabat kita dapat menceritakan semua kesesakan bahkan rahasia kita,
sehingga kita beroleh kelegaan, ketenangan, dan kedamaian. Seorang
sahabat bersedia memahami keadaan kita meski belum tentu selalu
menyetujui pilihan-pilihan kita. Dengan sahabat, kita berani menjadi
diri sendiri, tampil apa adanya tanpa perlu memakai polesan dan
mengupayakan kesan tertentu.
Yesus berkata kepada kita, "Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku
telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar
dari Bapa-Ku" (ayat 15). Semua yang penting dan perlu telah Dia
bagikan kepada sahabat-sahabat-Nya. Wow, betapa terhormatnya kita,
karena Yesus bersedia merendahkan diri dan memperlakukan kita
sebagai sahabat-Nya. Bukan karena kita layak, melainkan karena Yesus
melayakkan kita menjadi sahabat-Nya, sehingga Dia mau membagikan
"rahasia"-Nya kepada kita, yakni segala sesuatu yang Dia ketahui
dari Bapa-Nya. Bukan itu saja! Pada puncak pernyataan kasih-Nya, Dia
bahkan memberikan nyawa-Nya untuk kita, sahabat-sahabat-Nya (ayat
13).
Pertanyaannya, apakah kita juga menjadikan Yesus sahabat kita?
Sungguhkah kita rela memercayakan semua rahasia kepada-Nya, dan
memberi tahu Dia tentang semua yang kita lakukan dan pergumulkan?
Lebih jauh lagi, apakah kita juga rela memberikan nyawa kita demi
Dia, Sahabat kita? Bahwa Yesus adalah Sahabat kita, itu pasti. Bahwa
kita adalah sahabat Yesus, itu yang harus dibuktikan -DKL
JIKA KITA MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH DALAM SEGALA HAL
KITA AKAN DIPIMPIN KEPADA HIDUP YANG BAHAGIA-THECLA MERLO
|