Bacaan : Galatia 5:19-26
Kerap kali orang secara keliru menyebut "buah-buah" Roh.
Sesungguhnya Paulus tidak menulis agar orang kristiani mempunyai
"buah-buah" Roh (jamak), tetapi "buah" Roh (tunggal, dari kata
karpos). Memang ekspresinya bisa beragam: kasih, sukacita, damai
sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tetapi, semuanya itu adalah satu.
Konsekuensinya, kita tidak dapat membuat ranking (mengutamakan yang
satu dan mengabaikan yang lain) atas ekspresi yang banyak ini.
Kita juga tidak dapat mempertentangkan berbagai ekspresi ini.
Sungguh aneh bila seseorang bisa tampak sangat bersukacita, tetapi
sekaligus tidak bisa menguasai diri. Memang Paulus tidak bermaksud
menyatakan bahwa orang kristiani tidak memiliki kekurangan. Namun,
Paulus hendak menekankan bahwa umat kristiani tidak boleh
setengah-setengah menangkap karya Roh. Kita harus terus bekerja sama
dengan Roh Kudus untuk mengolah kehidupan rohani secara menyeluruh.
Ya, kita dipanggil untuk mengolah seluruh hidup, hati, dan realitas
kita, secara utuh. Memang perjalanan menuju kehidupan rohani yang
menyeluruh tidak segera sempurna, tetapi pada akhirnya kita mesti
berjuang agar hidup kita menjadi kesaksian Kristus dalam segala hal.
Perjuangan kita adalah menjadi utuh, bukan sekadar mengusahakan
kesalehan dan karunia yang tampak di depan mata. Karunia itu baik,
tetapi apalah arti karunia Tuhan bila kita berbuah busuk? Apalah
artinya buah kita tidak matang secara keseluruhan, mentah di
sana-sini? Mana enak? -DKL
ROH KUDUS RINDU MENGUBAH SELURUH HIDUP KITA
BUKALAH SEMUA RUANGNYA
|