Bacaan : 1Raja-raja 19:1-14
Setiap kali suami saya pulang, anak saya yang berusia 2 tahun
langsung tahu lebih dulu hanya dengan mendengar suara sepeda
motornya. Ia akan segera lari keluar untuk menyambut ayahnya dengan
gembira. Bagaimanapun suasana hatinya saat itu, yang jelas ia selalu
senang bertemu lagi dengan ayahnya. Perasaan ini terjadi karena dua
hati -- ayah dan anak -- bertemu.
Saat itu, Elia sedang lelah dan putus asa. Bahkan ia minta mati
saja, "Cukuplah itu ... ambillah nyawaku" (ayat 4). Aneh memang.
Elia yang baru saja melakukan pekerjaan besar bersama Tuhan,
mengalami kelelahan dan keputusasaan hanya karena ancaman Izebel,
seorang manusia belaka.
Lalu Tuhan datang menemui Elia. Bukan lewat angin besar yang
membelah gunung dan memecah bukit. Bukan lewat gempa atau api. Dia
datang lewat angin sepoi-sepoi basa. Tuhan menemui Elia bukan lagi
lewat peristiwa dahsyat, melainkan melalui peristiwa biasa. Di
situlah Elia keluar dan menemui Tuhan. Dua hati bertemu, dan Tuhan
menggugah hati Elia dengan bertanya, "Apakah kerjamu di sini?" (ayat
13). Tuhan menyadarkan Elia pada tugasnya dan menguatkannya supaya
tidak lagi kalah oleh ketakutan dan kecemasan.
Jika saat ini kita sedang takut dan cemas, serta begitu putus asa,
Tuhan menggugah hati kita dengan pertanyaan, "Apakah kerjamu di
sini?" Tuhan ingin kita bangkit. Hanya satu yang Dia inginkan, yakni
agar kita bertemu dengan-Nya. Sekarang juga, temuilah Tuhan dalam
keheningan doa. Utarakan segala pergumulan kita kepada-Nya. Dia akan
meneguhkan kita kembali pada panggilan pelayanan yang sudah
dipercayakan pada kita -CHA
DALAM KEHENINGAN DOA
HATI KITA BERTEMU DENGAN HATI TUHAN
|