Bacaan : Kejadian 1:26,27; Matius 22:36-40
Belakangan ini di Jakarta, pemukulan tanpa ampun terhadap seorang
pencuri sudah menjadi pemandangan biasa. Bahkan, pernah ada yang
mengerikan; massa yang mengamuk membakar hidup-hidup si pencuri. Tak
sedikit orang mengambil risiko itu dan mempermalukan diri sendiri
demi mencukupi kebutuhan hidup. Memang, mencuri bukan tindakan yang
benar. Namun, massa yang main hakim sendiri secara kejam juga tak
dapat dibenarkan. Mereka tak lagi peduli bahwa orang yang mereka
hakimi secara keji adalah ciptaan Tuhan.
Sejak mula manusia dicipta, Allah menyatakan, "Baiklah Kita
menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita ..." (Kejadian
1:26). Ini berarti bahwa setiap manusia -- siapa pun dia -- adalah
gambaran Allah yang mulia. Lalu bila demikian, bagaimana seharusnya
kita memperlakukan mereka? Bagaimana sikap anak Tuhan dalam dunia
yang semakin tidak menghargai nilai seorang manusia? Firman Tuhan
meminta hal yang sederhana; "Kasihilah sesamamu ... seperti dirimu
sendiri" (Matius 22:39).
Sudahkah kita terus berusaha memperlakukan setiap orang sebagai
gambar dan rupa Allah? Atau, apakah kita turut menindas ciptaan
Allah di sekeliling kita; para pembantu, bawahan, orang miskin, dan
sebagainya? Yesus bahkan mengajak kita untuk mengasihi musuh, karena
mereka juga gambar dan rupa Allah. Bila kita pernah merendahkan
gambar dan rupa Allah dalam diri orang lain, kiranya kita dengan
rendah hati memohon ampun kepada Allah. Mari kita ubah sikap dan
pikiran yang negatif saat memandang sesama. Kiranya Allah
disenangkan saat manusia belajar saling mengasihi -BL
PERLAKUKAN SETIAP ORANG DENGAN KASIH YANG BESAR
UNTUK MENGHORMATI TUHAN, SANG PEMBERI HIDUP
|