Bacaan : Kisah 1:6-11
Menjelang pemilihan umum, para juru kampanye beramai-ramai
memaparkan janji politik calon pejabat yang diusungnya. Namun
setelah terpilih, tidak sedikit pejabat yang ingkar. Alih-alih
bekerja keras untuk mewujudkan janji kampanye, mereka malah
mendayagunakan kekuasaan untuk memuaskan ambisi pribadi.
Berbeda dengan Yesus, kenaikan-Nya ke surga membuktikan bahwa Dia
menepati janji. Jika Yesus tidak bangkit dari kematian, murid-murid
punya alasan kuat untuk terus bersedih dan ketakutan setelah Guru
mereka meninggal. Jika Yesus bangkit namun kelak meninggal lagi,
seperti Lazarus atau anak janda dari Nain, berarti Yesus hanya
menunjukkan mukjizat ekstra. Namun kenyataannya, setelah bangkit
Yesus naik ke surga disaksikan para murid-Nya (ayat 9). Dengan
demikian murid-murid tanpa ragu lagi mengetahui bahwa Dia
sungguh-sungguh Allah yang hidup (ayat 11).
Lalu, apabila Dia telah naik ke surga dan membuktikan bahwa Dia
tidak sekadar mengobral janji, bagaimana sepatutnya kita menanggapi
firman-Nya? Para malaikat yang mengatakan bahwa Yesus akan datang
kembali, mengingatkan para murid untuk tidak hanya diam menatap
langit (ayat 10,11). Sebaliknya, mereka harus senantiasa siap sedia
menyambut kedatangan-Nya dengan bertekun memberitakan Injil dalam
perkataan dan tindakan kasih yang nyata, supaya orang lain ikut
mengalami janji Kerajaan Allah. Panggilan kita, sebagai orang
percaya, adalah turut mengambil bagian dalam kelompok murid yang
terus-menerus bekerja, sampai Dia datang kembali -ARS
JANGAN TAKUT!
DIA YANG MENGUTUS, DIA JUGA YANG MENYERTAI
|