Bacaan : 1Petrus 1:13-19
Bayangkan ada dua gelas di hadapan Anda. Yang satu terbuat dari
kristal dengan ukiran cantik. Mahal, tetapi bagian dalamnya kotor
dan berdebu. Yang satu lagi gelas plastik murahan, tetapi dicuci
bersih. Jika Anda ingin minum, mana yang akan Anda pakai? Saya yakin
Anda memilih gelas yang murah, tetapi bersih! Gelas semewah apa pun,
jika dalamnya kotor dan berdebu, menjadi tidak berguna.
Setiap anak Tuhan adalah "gelas kristal". Kristus telah menebus kita
dengan darah yang mahal, sehingga kita menjadi milik-Nya yang sangat
berharga (ayat 18,19). Itu sebabnya Tuhan ingin memakai kita menjadi
alat-Nya, untuk menyalurkan "air hidup" kepada orang-orang di
sekitar kita. Namun, itu akan terhalang jika kita tidak rajin
membersihkan "debu" yang mengotori hati dan hidup kita.
Agar dapat dipakai Tuhan, kita harus hidup dalam kekudusan. Tak
membiarkan hawa nafsu mencemari dan menguasai hati. Tuhan meminta
kita menjadi kudus dalam seluruh aspek hidup. Bukan hanya di gereja,
melainkan juga di tempat kerja dan dalam keluarga. Kata "kudus"
berarti terpisah atau berbeda. Hidup kita harus dipisahkan,
dikhususkan untuk memuliakan Tuhan. Berbeda dari cara hidup duniawi.
Hidup kudus adalah keharusan, bukan pilihan. Tuhan berfirman,
"Kuduslah kamu, sebab Aku kudus" (ayat 16).
Adakah "kotoran" yang masih menempel di hati Anda? Bentuknya bisa
berupa dendam, amarah, nafsu yang merusak, niat jahat, atau
kebiasaan dosa yang terus dipelihara. Kita harus sering membersihkan
hati. Membuatnya tetap murni, agar Tuhan dapat terus memakai kita
menjadi saluran berkat-Nya. Sayang, jika kita hanya menjadi gelas
kristal kotor; indah namun tak berguna -JTI
TANPA KEKUDUSAN
TAK SEORANG PUN AKAN MELIHAT TUHAN
|