Bacaan : 2Petrus 1:16-2:3
Sebagian orang berspekulasi bahwa William Shakespeare turut membantu
menerjemahkan Alkitab versi King James. Mereka menyatakan bahwa
Shakespeare menyelipkan sebuah kriptogram (pesan tertulis dalam
bentuk kode) ketika menerjemahkan Mazmur 46. Dalam mazmur ini, kata
ke-46 dari awal adalah shake dan kata ke-46 dari akhir adalah spear.
Selain itu, pada tahun 1610, ketika Alkitab versi King James sedang
diterjemahkan, Shakespeare sudah berusia 46 tahun. Di samping
kebetulan-kebetulan ini, tidak ada bukti serius yang mendukung teori
tersebut.
Beberapa orang juga mengklaim telah menemukan makna tersembunyi
ketika mereka menginterpretasikan Alkitab. Beberapa aliran
kepercayaan tertentu mengutip sebuah ayat di luar konteksnya,
sehingga menuntun orang pada doktrin yang keliru. Contoh lainnya,
beberapa orang mengutip Yohanes 14:16 dan mereka mengatakan bahwa
kata "Penolong" mengacu kepada "wahyu baru" mereka. Namun, ketika
ayat tersebut dibandingkan dengan tulisan lain dalam Kitab Suci,
Penolong yang dikirim Yesus kepada kita tentu saja adalah Roh Kudus
(Yohanes 16:7-14; Kisah Para Rasul 2:1-4).
Rasul Petrus menulis, "Nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh
ditafsirkan menurut kehendak sendiri" (2 Petrus 1:20). Untuk
menginterpretasikan perikop Alkitab dengan akurat, kita harus selalu
mempertimbangkan konteks dan membandingkannya dengan tulisan lain di
Kitab Suci. Inilah yang mesti dilakukan agar kita dapat menemukan
makna yang jelas dari Alkitab tanpa berusaha mencari makna
tersembunyi di dalamnya --HDF
PENAFSIR TERBAIK BAGI KITAB SUCI
ADALAH KITAB SUCI ITU SENDIRI
|