Bacaan : 1Korintus 13
Pasangan muda yang baru saja dikaruniai anak menerima hadiah atas
kelahiran bayi mereka. Mereka sangat berterima kasih atas hadiah
tersebut, maka sang ibu mengambil kartu ucapan terima kasih, menulis
pesan indah, dan siap mengirimkannya.
Namun entah bagaimana, kartu itu tertimbun di tumpukan kertas
pekerjaan dan tak pernah terkirim. Ucapan terima kasih itu
terlupakan. Pemberi hadiah menunggu, tetapi tak ada ucapan terima
kasih yang datang.
Hubungan menjadi renggang ketika satu keluarga mengira ucapan terima
kasih telah dikirimkan, sementara yang lain menganggap tidak adanya
ucapan terima kasih adalah sikap yang tidak sopan. Kegagalan untuk
mengirimkan kartu, membuat pemberi hadiah merasa diremehkan, tidak
dihargai, dan diabaikan.
Di antara banyak kata-kata penting, alangkah baiknya bila kita bisa
menyampaikan dua kata berharga ini, yaitu "Terima kasih". Selain
bahwa mengucapkan terima kasih sangat penting, ada sisi lain yang
mesti kita perhatikan. Jika kita memberi hadiah kepada orang lain,
kita harus melakukannya dengan tulus tanpa mengharapkan balasan apa
pun, termasuk ucapan terima kasih kembali. Kasih yang sejati memberi
tanpa mengharapkan balasan.
Kasih, sebagaimana digambarkan dalam 1 Korintus 13:4, "sabar dan baik
hati" dan tidak pernah mencari keuntungan diri. Kasih tidak pernah
memendam kesalahan, bahkan saat seseorang lupa mengucapkan terima
kasih atas kebaikan yang kita lakukan. Sisi lain dari ucapan terima
kasih adalah hati tulus yang mencerminkan kasih Allah yang sempurna
kepada kita --JDB
KASIH YANG SEJATI TIDAK BERSIFAT MENGIKAT
|