Bacaan : Efesus 3:14-4:3
Suatu sore Dana dan Rich pergi ke luar untuk bersepeda dengan harapan
akan pulang ke rumah dalam keadaan lebih segar. Sebaliknya, sejak
sore itu hidup mereka berubah selamanya. Ketika bersepeda menuruni
bukit, Rich kehilangan kendali dan mengalami kecelakaan. Tubuhnya
terluka parah dan ia dibawa ke rumah sakit dalam keadaan yang hampir
tak terselamatkan.
Dana dengan setia berjaga di samping suaminya. Suaminya tak bisa
makan sendiri dan tidak bisa berjalan. Suatu hari, ketika keduanya
duduk-duduk di bawah pohon di luar rumah sakit, Rich berbalik kepada
istrinya dan berkata, "Dana, aku tidak tahu apakah aku akan bisa
berjalan lagi, tetapi aku belajar untuk berjalan lebih dekat kepada
Yesus, dan itulah yang benar-benar kuinginkan." Bukannya marah kepada
Allah, Rich justru mengulurkan tangan untuk menggapai tangan-Nya.
Terkadang di tengah-tengah ujian hidup, kita perlu merenungkan
orang-orang seperti Rich untuk membantu kita mengubah cara pandang,
yaitu untuk mengingatkan akan hubungan kita yang luar biasa dengan
Allah melalui Yesus Kristus. Hubungan seperti inilah yang paling kita
butuhkan saat memasuki perjalanan hidup yang paling berat.
Kita tidak dipersiapkan untuk menghadapi semua masalah yang
menghadang, tetapi Allah siap menopang kita. Karena itu, Dia meminta
kita untuk menyerahkan semua masalah kepada-Nya, untuk menyerahkan
"khawatirmu kepada Tuhan" (Mazmur 55:23). Seperti yang didapati oleh
Rich, berjalan bersama Yesus tidak tergantung pada kaki, tetapi pada
hati kita --JDB
KITA BISA MELEWATI KEGELAPAN YANG PALING PEKAT
APABILA BERJALAN BERSAMA ALLAH DALAM TERANG
|